SportlinkNews - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tengah menjadi sorotan setelah strategi andalannya, yakni garis pertahanan tinggi dan jebakan offside, mulai menunjukkan kelemahan di musim 2025–2026.
Taktik yang sempat membawa kejayaan musim lalu kini dinilai justru menjadi bumerang bagi tim asal Catalunya itu.
Flick datang ke Camp Nou pada Mei 2024 dengan membawa filosofi khasnya.
Baca Juga: PSSI Tak Mainkan Timnas Indonesia di Jeda Internasional, Poin FIFA Terancam Mandek
Mantan pelatih Timnas Jerman tersebut mempertahankan gaya menyerang khas Barcelona namun memadukannya dengan sistem pertahanan tinggi.
Pendekatan itu semula dianggap efektif karena membuat lawan sulit menembus barisan belakang Blaugrana, terlebih dengan tambahan jebakan offside yang berjalan rapi.
Hasilnya, Barcelona tampil luar biasa sepanjang musim 2024–2025.
Di bawah asuhan Flick, mereka sukses menyapu bersih tiga gelar domestik, Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Filosofi “menyerang dari depan” tampak berhasil menyeimbangkan estetika permainan dan efektivitas hasil.
Namun, kejayaan tersebut tidak berlanjut pada musim berikutnya.
Baca Juga: Harapan Menyempit, Indonesia U-17 Harus Menang Besar di Laga Terakhir Demi Jaga Asa ke 32 Besar
Memasuki musim 2025–2026, lawan-lawan Barcelona mulai memahami celah dari sistem garis pertahanan tinggi itu.