SportlinkNews - Ketegangan antara dua raksasa sepak bola Spanyol kembali memuncak setelah petinggi Barcelona melontarkan respons balasan terhadap pernyataan kontroversial Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Pihak Blaugrana menilai serangan verbal yang dilancarkan oleh rival abadi mereka tersebut merupakan upaya pengalihan isu atas keterpurukan prestasi di ibu kota.
Perez sebelumnya menggelar konferensi pers sensasional pada Selasa (12/5) di tengah situasi krisis mendalam yang sedang menyelimuti internal manajemen Los Blancos. Real Madrid dipastikan menutup kompetisi tanpa membawa pulang satu pun trofi juara, sebuah catatan nirgelar yang terjadi selama dua musim berturut-turut.
Kondisi tim makin memprihatinkan karena beredar laporan kuat mengenai perpecahan hubungan antarpemain yang membuat suasana ruang ganti menjadi terbelah. Situasi sulit ini memicu gelombang desakan dari berbagai pihak yang mempertanyakan masa depan kepemimpinan di jajaran petinggi klub.
Baca Juga: Paris Saint-Germain Amankan Gelar Liga dengan Kemenangan 2-0 Atas Lens
Kegagalan ini memicu perdebatan apakah sudah saatnya Real Madrid harus dirombak, bukan hanya skuadnya tapi juga di level direksi yang dianggap bertanggung jawab. Namun, dalam sesi jumpa pers itu Perez menegaskan, dirinya tidak akan mundur dari kursi presiden dan tetap akan memegang kendali.
Alih-alih mengakui kekurangan teknis tim, orang nomor satu di Real Madrid tersebut justru memilih untuk membuka kembali isu lama di luar lapangan. Perez mengungkit skandal Negreira yang sempat menyeret Barcelona dan mengklaim rivalnya itu mencuri tujuh titel LaLiga dari Real Madrid karena kasus dugaan suap wasit itu.
Pernyataan keras Perez tersebut langsung memancing kemarahan besar dari manajemen Barcelona yang merasa martabat klub mereka sedang dilecehkan secara terbuka. Wakil Presiden Barcelona, Rafa Yuste, segera memberikan tanggapan sengit guna membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada tim asal Catalan tersebut.
Baca Juga: Liverpool Merilis Gambar Monumen untuk Mengenang Diogo Jota dan Andre Silva
"Omongan Florentino tampak menyedihkan bagi saya dan penuh dengan kebohongan," sembur Yuste dikutip Mundo Deportivo saat memberikan keterangan kepada awak media.
"Klub sudah merilis pernyataan kemarin dengan mempelajari langkah hukum yang memungkinkan, tapi saya ingin bilang bahwa upaya Florentino Perez untuk menutupi sebuah bencana olahraga yang sudah berjalan selama dua tahun tidak akan membuahkan hasil apa pun," Yuste menambahkan.
Manajemen Barcelona menegaskan prestasi yang diraih di lapangan adalah murni hasil dari pembinaan pemain muda dan strategi transfer yang jitu. Baginya, membicarakan kembali kasus hukum yang belum terbukti hanya akan membuang energi di tengah kesuksesan besar mereka menjuarai liga.
Baca Juga: Ducati Umumkan Tidak Ada Pembalap Pengganti Marc Marquez di GP Catalunya
"Enggak ada gunanya membicarakan tentang Negreira lagi ketika kami juara LaLiga dua kali beruntun dengan sebuah proyek yang dibangun di sekitar pemain-pemain La Masia dan pemain-pemain lain yang datang dari luar. Kami memenangi liga dengan selisih 14 poin, dan dan ini hanyalah kedok untuk mencoba membenarkan manajemen olahraga yang buruk," ucapnya.
Tudingan mengenai pencurian tujuh gelar liga yang dilontarkan Perez dianggap sebagai bentuk delusi sejarah yang sangat menyakitkan bagi sportivitas olahraga di Spanyol. Pihak Barca menantang Madrid untuk lebih fokus memperbaiki kinerja internal daripada mencari kambing hitam atas kegagalan mereka sendiri.