SportlinkNews - Ruang ganti Real Madrid kembali diguncang ketegangan internal yang melibatkan bintang lini depannya, Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis tersebut secara terbuka melayangkan kritik tajam yang menyasar pelatih, Alvaro Arbeloa.
Mbappe secara blak-blakan mengungkapkan rasa frustrasinya mengenai statusnya di dalam hierarki lini serang tim saat ini. Ia mengklaim dalam pandangan Arbeloa, posisinya telah merosot hingga hanya menjadi pilihan keempat di sektor depan.
Ketegangan ini mencuat ke publik setelah berakhirnya pertandingan lanjutan LaLiga melawan Real Oviedo. Dalam laga yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 2-0 lewat gol Gonzalo Garcia dan Jude Bellingham pada Jumat (15/5) dini hari WIB itu, Mbappe hanya diberi kesempatan bermain selama 21 menit.
Baca Juga: Pedro Acosta Catat Hasil Menyenangkan Bagi KTM di GP Catalunya
Keputusan taktis yang diambil oleh Arbeloa sepanjang pertandingan memang memicu tanda tanya besar bagi sang pemain. Arbeloa lebih mempercayakan posisi penyerang utama kepada striker muda Gonzalo Garcia, sementara Mbappe terpaksa mengawali laga dari bangku cadangan.
“Saya 100 persen fit. Saya tidak bermain karena, bagi pelatih, saya hanyalah striker keempat di belakang Mastantuono, Vini, dan Gonzalo," ujar Mbappe dikutip dari Marca.
Meskipun melayangkan protes secara tidak langsung, eks penggawa PSG tersebut tetap berusaha menjaga profesionalismenya. "Saya siap tampil dari awal. Ini putusan pelatih dan saya harus selalu menghormatinya. Saya tidak marah," ucapnya.
Baca Juga: Jalani Laga Kandang Terakhir Musim Ini Malut United Siapkan Strategi Jitu Redam Persita
Pernyataan kontroversial yang dilemparkan oleh anak asuhnya tersebut langsung memantik respons cepat dari pihak manajemen. Arbeloa segera memberikan klarifikasi sekaligus membantah dengan tegas asumsi sepihak yang diutarakan Mbappe.
“Andai saja saya punya empat striker. Saya tak tahu harus berkata apa. Saya tak punya empat striker dan saya tak mengatakan begitu," ujar Arbeloa.
Arbeloa juga menduga ada kesalahpahaman komunikasi yang terjadi antara dirinya dan Mbappe saat sesi latihan atau pengarahan taktik. "Dia mungkin salah mengartikan kata-kata saya. Saya tak yakin apa yang harus saya katakan,” tuturnya.
Baca Juga: Antusias Tinggi Duel Persik Kediri vs Persija dapat Tambahan Kuota 3.000 Tiket
Polemik ini dinilai ironis mengingat kontribusi Mbappe yang sebenarnya masih sangat masif sepanjang musim kompetisi bergulir. Secara statistik, ia tercatat sukses membukukan 41 gol dalam 42 pertandingan di semua ajang yang diikuti Real Madrid.
Ketajaman Mbappe bahkan hampir menyamai rekor fantastis yang ditorehkan pada tahun pertamanya di Santiago Bernabeu. Jumlah golnya saat ini hanya berjarak tiga gol dari torehannya pada musim perdananya yang mengemas 44 gol dari 59 laga.