Tentu saja United berharap bahwa jika Rashford harus kembali ia akan kembali sebagai pemain yang lebih baik dan lebih dewasa.
Saat di Barca, Rashford mencetak 14 gol di semua kompetisi pada musim lalu, catatan terbaiknya dalam satu musim sejak mencetak 30 gol di bawah asuhan Erik ten Hag pada musim 2022/23.
Salah satu masalah yang dipermasalahkan Amorim terkait Rashford adalah perilaku dan sikapnya di luar lapangan. Namun, justru di Barcelona, performa Rashford nyaris tanpa cela.
Baca Juga: Kemenpora Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Olahraga Air di Bali
Pelatih Barcelona Hansi Flick bahkan mengatakan pekan lalu bahwa ia akan merindukan penyerang asal Inggris tersebut.
"Saya senang bisa bekerja sama dengannya," ujar Flick. "Dia adalah pemain yang luar biasa sekaligus pribadi yang hebat. Tim akan merindukannya, saya pun akan merindukannya, namun begitulah hidup."
Situasi sekembalinya ke United akan terasa berbeda bagi Rashford. Nomor punggung 10 yang diberikan Mourinho kepadanya pada tahun 2018 telah diserahkan kepada Matheus Cunha musim panas lalu.
Baca Juga: Persib Gagal di Piala Presiden, Igor Tolic Kini Fokus ke Super League dan ACL Two
Dalam sebagian besar dari 426 penampilannya bersama United sejak debutnya sebagai remaja pada tahun 2016, Rashford selalu menjadi pilihan utama.
Namun, dengan adanya persaingan dari Cunha, Bryan Mbeumo, Amad Diallo, dan Benjamin Sesko, hal itu mungkin juga harus berubah.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)