SportlinkNews - Sirkuit Suzuka Jepang rupanya punya kenangan tersendiri bagi pembalap Ferrari Charles Leclerc. Khususnya untuk mendiang Jules Bianchi yang menjadi ayah baptis Leclerc.
Jules Bianchi adalah pembalap yang mengalami insiden kecelakaan saat membalap di Suzuka tahun 2014.
Beberapa bulan setelah cedera yang dialaminya, Bianchi meninggal dunia pada Agustus 2015.
Baca Juga: Data dan Fakta Grand Prix Formula 1 di Sirkuit Suzuka Jepang
Charles Leclerc mengatakan “sangat penting” baginya untuk memberikan penghormatan kepada Jules Bianchi di Grand Prix Jepang akhir pekan ini.
Hal itu dilakukannya dengan membuat desain helm khusus untuk menghormati mendiang pembalap Prancis itu sekaligus menandai tahun ke-10 kecelakaan yang merenggut nyawa Bianchi.
Pada balapan di Suzuka 5 Oktober 2014, Bianchi mengalami insiden menabrak traktor yang sedang melakukan evakuasi mobil pembalap Adrian Sutil yang mengalami kecelakaan menabrak tembok pembatas pada lap 42.
Kondisi cuaca yang hujan lebat membuat trek menjadi licin dan balapan pun sempat terganggu selama beberapa waktu.
Baca Juga: Pembalap Williams Logan Sargeant Akui Melakukan Kesalahan Konyol di Formula 1 Grand Prix Jepang
Akibat insiden tersebut, Bianchi mengalami benturan pada bagian kepala dan sempat mengalami koma.
Tindakan medis dilakukan kepada Bianchi namun pembalap tersebut akhirnya wafat pada 17 Juli 2015.
Leclerc menggunakan helm yang mencerminkan desain mantan anak didik Ferrari dan pembalap Marussia tersebut, bersama dengan logo nomor 17 miliknya.
Leclerc mengatakan, “Setelah Anda memakai helm, saya harus memikirkan apa pun yang terjadi di trek, tapi jelas itu adalah tanda yang sangat penting untuk saya lakukan di sini."
Artikel Terkait
Max Verstappen Tercepat di FP1 GP Jepang F1
Hujan Basahi Sirkuit Suzuka F1 GP Jepang, Oscar Piastri Catat Waktu Tercepat FP2
Jakarta Pertamina Enduro Rekrut Gia, Jadi Musuh Megawati Hangestri di Proliga 2024
Nathan Tjoe-A-On Resmi Batal Gabung Timnas U-23 Indonesia, Tak Dapat Izin dari SC Heerenveen