SportlinkNews - Di tengah gegap gempitanya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV/2026 terselip kegelisahan terhadap pelaksanaan gelaran yang dijadwalkan berlangsung pada 7-20 November 2026.
Kegiatan empat tahunan itu dijadwalkan berlangsung di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, selaku tuan rumah utama.
Sejumlah Pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga di bawah KONI Jawa Barat mengungkap masalah menjelang pelaksanaan Porprov Jabar XV/2026.
Baca Juga: Hasil Super League: Borneo FC Tundukkan Persik Kediri, Pesut Etam Kembali ke Puncak Klasemen
Di tengah persiapan menjelang pelaksanaan, kondisi keuangan menjadi masalah utama.
Masalah itu terungkap dalam Diskusi Publik PWI: Mengawal Arah Kebijakan Olahraga Jabar yang dilaksanakan di Aula PWI Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Ada empat narasumber dalam kegiatan itu, yakni Asisten Deputi Pengelolaan Jasa, Sarana, dan Prasarana Olahraga Kemenpora, Tri Winarno; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar, Hery Antasari; Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Amung Ma’mun; dan pelatih taekwondo, Taufik Krisna.
Baca Juga: Antisipasi Dewa United Menghadapi Strategi Persijap Jepara di Laga Pekan ke-30 Super League
Sebagai moderator diskusi adalah Kesit Budi Handoyo, wartawan olahraga senior.
Kegelisahan disampaikan Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jabar, Sugito.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini cabor belum memperoleh Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) dari KONI Jabar. Hal itu karena KONI Jabar belum memperoleh dana hibah dari Pemprov Jabar.
Baca Juga: Madura United FC Bertekad Menang di Padang Demi Lepas dari Zona Merah Super League
"Kita sangat berharap bantuan bisa segera dicairkan oleh Pemprov Jabar. Hal itu agar KONI Jabar bisa segera memberikan bantuan ke cabor," katanya.
Hal senada dilontarkan Ketua Harian FAJI Jabar, Sorta Mina. Dia mempertanyakan dukungan pemerintah karena tanpa adanya dana untuk pembinaan, maka prestasi bisa saja tak akan terwujud.