SportlinkNews - Everton telah berkembang lebih pesat di bawah asuhan David Moyes, sejak ia kembali menjadi manajer di Goodison Park. Khususnya di lini serang ada perubahan yang signifikan.
Sebelum Moyes mengambil alih, Everton hanya mencetak 15 gol dalam 19 pertandingan, rekor terburuk kedua di Liga Primer.
Sekarang, mereka dapat mencetak 15 gol dalam delapan pertandingan Liga Primer, dan menjauh dari zona degradasi.
"Saya tidak ingin menjadi manajer yang membuat Everton terpuruk," ujar Moyes dikutip dari TNT Sports jelang laga Liga Primer antara Everton dan Manchester United, Februari lalu.
Baca Juga: Pelatih Persita Fabio Lefundes Minta Pemainnya Cetak Gol Cepat Saat Hadapi PSS Sleman
Di laga pertamanya sebagai pelatih, dia memang belum mampu memetik kemenangan di kandang Aston Villa.
Namun, semenjak saat itu, Everton seakan bangkit, dan langsung secara beruntun mengalahkan Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, Leicester City dan Crystal Palace.
Mereka juga mencatatkan hasil melawan tim-tim besar seperti Liverpool, Manchester United dan Brentford. Malam ini, 8 Maret 2025, Everton akan bertandang ke Wolverhampton Wanderers.
Sebuah kemenangan dari laga tersebut dapat membawa mereka naik ke peringkat 13, tapi juga tergantung pada hasil di tempat lain.
Baca Juga: Sergio Aguero Nyaris Celaka di Sirkuit, Bukannya Kapok Malah Ingin Bikin Tim Balap Formula E
Saat ini setelah menjauh dari zona degradasi, Everton mencoba merangkak naik ke papan tengah.
"Saya rasa tidak ada rahasia besar. Saya mencoba membuat parapemain sedikit lebih percaya diri dan menunjukkan lebih banyak keyakinan," katanya.
"Saya pikir mereka sampai pada tahap di mana harus melakukan pekerjaan yang baik untuk melewati masa-masa sulit guna memastikan bertahan di liga. Dan itu adalah periode yang sulit bagi semua orang," ungkap Moyes kemudian.
Baca Juga: Liga Voli Korea Bakal Pangkas Pengeluaran Bagi Tim Voli Profesional
Mungkin dia memberikan kredit keberhasilan timnya kepada para pemain, tetapi secara statistik terlihat jelas dia telah memberikan dampak yang sangat besar.
Melihat statistik, di bawah asuhan Moyes, Everton telah mencetak setengah dari 30 gol mereka di Liga Primer.
Bukan hanya mereka telah menggandakan gol per pertandingan dari 0.8 menjadi 1.9, namun juga telah melihat peningkatan jumlah gol yang diharapkan dari 0.96 per pertandingan menjadi 1.45.
Baca Juga: Striker Brasil David da Silva Kembali Ukir Rekor Baru di Persib
Peningkatan juga terjadi pada tembakan tepat sasaran per laga dan peluang emas yang diciptakan per laga. Kedua metrik tersebut masing-masing meningkat, dari 3,3 dan 1,6 menjadi 4,8 dan 3,3.
Artinya, pemain Everton tidak hanya melakukan lebih banyak tembakan, mereka juga menciptakan lebih banyak peluang.
Sebelum Moyes mengambil alih, Everton mengonversi peluang mereka dengan tingkat terburuk kedua di Liga Primer.
Sejak Moyes hadir, the Toffees kini mengonversi peluang mereka dengan persentase 18,29%, kedua terbanyak setelah Manchester City.
Baca Juga: Dampak Besar Trade NBA, Luka Dončić, Jimmy Butler, hingga Kyle Kuzma Bersinar di Tim Baru
Tim ini hanya kemasukan 34 gol musim ini, meskipun berada di peringkat 16 klasemen Liga Primer.
Meskipun Everton sudah mengalami perbaikan secara tim, namun Moyes mengaku masih tidak yakin mereka masih aman dari ancaman degradasi.
"Kami harus selalu bekerja dengan apa yang bisa terjadi, tetapi saya pikir saat ini kami mencoba untuk melihat apakah kami bisa sedikit lebih baik di setiap pertandingan dan bermain lebih baik dan melakukan hal-hal yang lebih baik," katanya.
"Para pemain telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam 5-6 pekan terakhir, namun saya tidak berpikir bahwa kami sudah aman, itu sudah pasti. Kami harus terus meraih poin," ujar Moyes kemudian.
Artikel Terkait
Dua Pesepakbola Liga Premier Ditangkap Secara Dramatis
Pemilik Man United Sir Jim Ratcliffe Peringatkan Dampak Regulasi Ketat di Liga Premier Inggris
Barcelona Kantongi 20 Persen Keuntungan dari Transfer Bek Villarreal ke Liga Premier
Statistik Rivalitas Manchester United vs Liverpool di Liga Premier Inggris
ESPN Perpanjang Hak Siar Liga Inggris di Amerika Selatan, Brasil, dan Karibia hingga 2028