SportlinkNews - Dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia, nama Andi Ramang mungkin jadi salah satu pesepakbola Indonesia yang mencatatkan tinta emas di level internasional dan diakui oleh FIFA kehebatannya.
Salah satu legenda terbesar sepak bola Indonesia yang pernah membela Tim Nasional Indonesia di dua event penting dunia, kualifikasi Piala Dunia dan Olimpiade.
Ya, Andi Ramang pernah bermain untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 1957.
Pencapaian Ramang dan rekan-rekannya ketika itu menjadi salah satu catatan terpenting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Di mana Timnas melangkah ke babak terjauh di kualifikasi Piala Dunia zona Asia/Afrika pada 1958.
Baca Juga: Mental Sempat Drop, Bomber China sampai Konsultasi Psikolog Sebelum Lawan Timnas Indonesia
Indonesia saat itu berada dalam satu jalur kualifikasi yang unik. Di babak awal lawan-lawan Indonesia di grup yang sama, termasuk Turki dan Sudan mundur.
Di babak kualifikasi ini, Indonesia hanya bermain melawan Cina. Di mana Andi Ramang yang mencetak dua gol krusial ke gawang Cina di pertemuan pertama untuk memberikan kemenangan 2-0 pada 1957 di Jakarta.
Di pertemuan kedua Cina yang menang tipis 3-4 dan di laga penentuan (pertemuan ketiga), skor kacamata terjadi, membuat Indonesia yang akhirnya lolos ke babak akhir zona Asia/Afrika.
Tapi, lawan terakhir di babak zona itu adalah Israel. Namun, ketika itu Indonesia menolak untuk bermain melawan Israel, karena alasan politik.
Baca Juga: Final NBA 2025: Thunder bertemu Pacers, Ibarat David vs Goliath
Meski FIFA menawarkan laga di tempat netral, tetapi Indonesia tetap menolak dan akhirnya Andi Ramang dan kawan-kawan pun gugur tanpa bertanding. Israel yang melaju ke babak interkontinental playoff.
Meskipun Indonesia akhirnya tidak bermain melawan Israel, Ramang adalah bagian dari skuat utama yang membawa Indonesia lolos sejauh itu dalam proses kualifikasi.
Ia turut tampil dan berkontribusi di laga-laga sebelumnya pada era itu, termasuk ajang internasional seperti Olimpiade Helsinki 1956 dan Piala Asia 1954.
Dalam catatan FIFA, Andi Ramang memiliki caps 18 kali bersama Timnas Indonesia. Penampilan perdananya di Timnas dimulai saat usianya 29 tahun, saat Indonesia menang 4-1 atas Hongkong di laga persahabatan.
Baca Juga: Oscar Piastri Bawa McLaren Memimpin di Grand Prix Spanyol, Verstappen Kena Penalti
Dari sejumlah penampilannya bersama Timnas, Andi Ramang mencatatkan 10 gol impresif. Diantaranya mencetak 4 gol dari sembilan penampilannya bersama Timnas di Asian Games.
Lalu tiga gol di empat laga persahabatan melawan Hong Kong (1953), Jerman Timur (1956), Amerika Serikat (1956), dan Yugoslavia (1956), dan tiga gol lainnya diciptakannya di kualifikasi Piala Dunia pada 1957.
Andi Ramang lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada 24 April 1924. Sejak kecil dia sudah menunjukkan ketertarikannya dengan olahraga, khususnya sepak bola.
Ia terbiasa bermain dengan bola dari rotan atau kain perca. Tubuhnya tidak besar, bahkan relatif kecil, hingga membuatnya dijuluki "kurcaci monster" karena memiliki kecepatan, kelincahan, dan kemampuan akrobatik yang luar biasa.
Baca Juga: Media China Ikut Soroti Perayaan Ulang Tahun Erick Thohir di Tengah TC Timnas Indonesia
Tendangan saltonya yang kemudian melegenda hingga ke luar negeri. Dia memulai karier Timnasnya setelah direkrut pada 1974 saat bergabung di PSM Makassar.
Penampilannya yang gemilang membuatnya dipercaya memperkuat Timnas Indonesia pada 1952, menggantikan penyerang senior Sunar Arland ketika itu.
Momentum ikoniknya bersama Timnas terjadi di ajang Olimpiade Melbourne 1956. Saat Timnas menghadapi Uni Soviet yang saat itu diperkuat kiper legendaris Lev Yashin.
Laga itu berakhir 0-0 dan kemudian berakhir kekalahan 0-4 setelah pertemuan kedua. Tapi, di laga itu aksi Ramang mendapatkan sorotan dunia yang kemudian menjadi tonggak penting sejarah sepak bola Indonesia.
FIFA mencatat penampilannya itu dalam situs resminya, menggambarkan bagaimana Ramang "melewati dua bek raksasa Uni Soviet dan memaksa Yashin melakukan beberapa aksi penyelamatan gemilang".
Penampilannya dinilai sukses merepotkan Uni Soviet, yang nyaris kalah dari Indonesia di pertemuan pertama. Di sana, FIFA menyoroti kontribusinya sebagai simbol perjuangan dan inspirasi sepak bola Asia.
Sayangnya, kariernya bersama Timnas Indonesia tidak lama, hanya lima tahun 37 hari. Caps terakhirnya dengan Timnas saat Asian Games 1958 Tokyo saat menghadapi India, dia turut membawa Timnas menang telak 4-1 di laga itu.
Sayang, setelah pensiun gantung sepatu dari Timnas, kariernya di sepak bola tidak mulus. Ia sempat terkena skandal suap pada 1960 yang membuat dirinya diskors selama dua tahun.
Andi Ramang sempat merumput kembali selama enam tahun, sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk pensiun pada 1968.
Dirinya pun beralih sebagai pelatih di beberapa klub Indonesia, seperti PSM Makassar dan Persipal Palu. Namun, sayangnya di profesi barunya ini, Andi Ramang kurang mendapatkan pengakuan yang layak.
Andi Ramang pun meninggal dunia pada 26 September 1987 akibat penyakit paru-paru.
Artikel Terkait
Para Legenda Sepak Bola Indonesia Diundang Saksikan Timnas Garuda vs Australia
Legenda Sepak Bola Ajax Amsterdam dan Barcelona Johan Neeskens Meninggal Dunia
Ronaldo Menyamai Dua Legenda Sepak Bola dengan Gol Terbarunya untuk Portugal
Ferenc Puskas, Penyerang Real Madrid yang Jadi Legenda Sepak Bola Dunia
Legenda Sepak Bola yang Pensiun Pada 2024, Simak Kiprahnya di Piala Dunia FIFA