"Saya sangat terkejut dan kesal melihat bahwa FA telah memutuskan untuk mendakwa saya," ucap Paqueta seperti dikutip SportlinkNews dari Insider Sport.
Baca Juga: F1 GP Monaco: Charles Leclerc Klaim Kemenangan di Monaco, Max Verstappen Tidak Berdaya
"Selama sembilan bulan, saya telah bekerja sama dengan setiap langkah investigasi mereka dan memberikan semua informasi yang saya bisa," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan berjuang keras untuk membersihkan nama baiknya dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini bukanlah yang pertama terjadi di Liga Primer terkait pelanggaran aturan taruhan.
Baca Juga: Inzaghi Bertemu Pemilik Baru Inter, Tidak Khawatir Soal Kontrak Martinez
Sebelumnya, gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dijatuhi sanksi larangan bermain sepak bola selama dua bulan dan denda sebesar £20,000 oleh FA atas pelanggaran peraturan taruhan.
Tonali kemudian menerima larangan bermain selama 10 bulan dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Selain itu, penyerang Brentford, Ivan Toney, juga menerima larangan bermain selama delapan bulan pada Mei 2023, dan bek Nottingham Forest, Harry Toffolo, mendapat skorsing lima bulan.
Baca Juga: Jorge Martin Masih Perkasa di Klasemen Pembalap, Bagnaia dan Marquez Terpaut Tipis
Namun, berbeda dengan kasus Paquetá, Toney, Tonali, dan Toffolo didakwa karena bertaruh pada pertandingan, bukan pengaturan skor.
Tuduhan pengaturan skor yang dihadapi Paquetá dianggap jauh lebih serius dibandingkan dengan pelanggaran taruhan biasa.
Kasus pengaturan skor yang terkenal melibatkan bek Stratford Town, Kynan Ishak, yang dilarang bermain selama 10 tahun karena perannya dalam pengaturan skor selama pertandingan Piala FA pada tahun 2022.
Baca Juga: Lena Gercke Berbicara Sepak Bola, Fashion dan Euro 2024 di Jerman
Ishak hanya menghadapi satu dakwaan, sementara Paquetá menghadapi empat dakwaan.