"Ten Hag tidak menyukai pemain Inggris, dia tidak membeli pemain Inggris," ucap Di Canio.
Baca Juga: Jude Bellingham x Adidas Gazelle akan segera tersedia!
Sebagai contoh, Di Canio menyebut bahwa Ten Hag lebih memilih mendatangkan striker asal Denmark, Rasmus Hojlund, musim lalu.
Sementara itu, di musim ini, pelatih tersebut mendatangkan Joshua Zirkzee, pemain muda Belanda yang dinilai lebih cocok bermain di Italia.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur malah memilih Dominic Solanke, pemain Inggris yang lebih berpengalaman di liga domestik.
Di Canio juga menyoroti sikap Erik ten Hag yang dianggap tidak belajar dari kesalahan dalam dua tahun pertamanya di Manchester United.
Pelatih berusia 53 tahun itu dinilai terlalu keras kepala dan enggan melakukan introspeksi diri.
"Saya prihatin melihat Ten Hag dalam kesulitan besar, namun ia tidak belajar apa pun dari dua tahun ini," kata Di Canio.
Baca Juga: LeBron dan Bronny James Tampil di Media Day Lakers dengan Sepatu Nike LeBron Baru
Selain itu, Di Canio juga menyoroti bagaimana para pemain Manchester United terlihat tidak mampu bereaksi dengan baik setelah kebobolan.
"Saat mereka kebobolan, tidak ada yang bereaksi. Tidak ada yang mengangkat kepala atau saling berbicara satu sama lain," tambah Di Canio, menandakan buruknya mentalitas tim saat ini.
Dengan situasi sulit yang mereka hadapi, Manchester United harus segera bangkit, karena sudah ditunggu oleh laga berat di ajang Liga Europa.
Bruno Fernandes dan rekan-rekannya akan menghadapi tim kuat asal Portugal, FC Porto, di laga kedua fase grup.