SportlinkNews - Cristiano Ronaldo, yang sering dianggap sebagai salah satu megabintang sepak bola dunia bersama Lionel Messi, telah mencetak berbagai prestasi dan rekor luar biasa.
Selama kariernya, Ronaldo dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling produktif di klub-klub elit Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.
Namun, di balik segala pencapaiannya, tidak semua pihak merasa senang dengan kehadirannya, terutama saat ia bermain di Juventus.
Selama membela Juventus, Ronaldo berkontribusi besar bagi klub tersebut.
Selain sukses di level klub, pria asal Madeira, Portugal, ini juga mencatat prestasi mengesankan bersama Timnas Portugal, termasuk memenangkan trofi Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League.
Dari segi penghargaan individu, Ronaldo telah memenangkan lima Ballon d'Or, menjadikannya salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah PON XXII KONI NTB Lakukan Audiensi dengan KONI Pusat Demi Hasil Terbaik
Namun, di balik segala prestasinya, mantan bek Juventus, Pasquale Bruno, memiliki pandangan yang berbeda tentang Ronaldo.
Bruno, yang bermain untuk Juventus dari 1987 hingga 1990, menyatakan bahwa Ronaldo kurang menghormati rekan setimnya dan warga Italia selama ia berada di klub tersebut.
Bruno mengkritik Ronaldo karena, menurutnya, Ronaldo tidak berusaha belajar bahasa Italia meskipun sudah dua tahun tinggal di negara tersebut.
Baca Juga: Tidak Ada Waktu Santai Skuad Persebaya Gaspol Hadapi Laga Lanjutan Liga 1
Dalam sebuah wawancara, Bruno menyebut bahwa Ronaldo sering menggunakan bahasa Spanyol untuk berkomunikasi dan tidak menunjukkan usaha untuk memahami atau menghargai budaya lokal.
“Dia acuh tak acuh. Dia sudah tinggal di Italia selama dua tahun, tapi belum belajar bahasanya,” ujar Bruno.