Indonesia Berpeluang Gelar Edisi Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 28 Juli 2026 | 21:57 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

SportlinkNews - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi Indonesia masuk dalam bursa kandidat kuat tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kendati demikian, ia menyebut masih menunggu keputusan dari FIFA terkait penunjukan akhir penyelenggara turnamen tersebut.

Kompetisi baru skala regional ini dijadwalkan mengisi kalender resmi FIFA Matchday pada rentang waktu September hingga Oktober 2026. Turnamen ini akan berada di bawah naungan langsung badan sepak bola dunia demi mendongkrak kualitas persaingan di kawasan Asia Tenggara.

Pengasahan level kompetisi di tingkat regional dipandang sebagai strategi utama dalam memeratakan kualitas sepak bola di benua Asia. Kebijakan anyar tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi tim-tim Asia Tenggara untuk tampil lebih kompetitif pada ajang internasional.

Baca Juga: Pertajam Lini Serang Bhayangkara FC Boyong Pemain Makedonia Utara untuk Super League 2026/27

"FIFA ASEAN saya rasa event terbesar yang akan ada di Asia Tenggara di bawah payung FIFA. Dan sepertinya kan FIFA akan mendorong banyaknya kompetisi di belahan Asia sebelah sini sekarang," kata Erick kepada wartawan, Selasa (28/7).

Langkah pembentukan turnamen anyar ini merujuk pada kesuksesan ajang serupa yang sebelumnya pernah diselenggarakan di wilayah Timur Tengah. Model tersebut dinilai terbukti efektif dalam memacu perkembangan teknis serta pengalaman bertanding para peserta.

"Ya, karena memang kan sukses daripada FIFA Arab Cup juga sudah terbukti ketika banyak pertandingan negara-negara Timur Tengah dengan beberapa negara Afrika. Itu intinya ingin meningkatkan kualitas dari persaingan negara-negara Asia untuk Piala Dunia ke depan atau regional," ujarnya.

Baca Juga: Madura United FC Memulai Latihan Perdana, Panaskan Skuat Demi Hadapi Super League 2026/27

Meskipun potensi Indonesia untuk terpilih sebagai tuan rumah cukup besar, rincian teknis pelaksanaan kejuaraan ini belum sepenuhnya rampung. PSSI hingga sekarang masih memantau perkembangan penyusunan regulasi yang sedang dirumuskan oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Skema pementasan ajang ini diprediksi melibatkan lebih dari satu negara untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan. Langkah kolaborasi antarnegara peserta diambil demi menjamin kelancaran sistem penyelenggaraan serta distribusi logistik turnamen.

"Dan kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah. Dan sepertinya ada dua nanti tuan rumahnya, Indonesia sama Hong Kong kalau nggak salah," ucapnya.

Baca Juga: Jelang Super League 2026/27, Osmar Loss Gantikan Peran Jan Olde di Dewa United Banten FC

Berbagai spekulasi mengenai format kompetisi dua divisi dan pembagian grup kini telah beredar luas di tengah publik olahraga. Namun, PSSI menegaskan bahwa penentuan seluruh regulasi teknis sepenuhnya merupakan wewenang mutlak dari pihak penyelenggara pusat.

"Nanti kita lihat seperti apa pembagian wilayahnya, timnya, komposisi ranking-nya, itu semua kan memang domainnya FIFA. Dan mudah-mudahan kalau 1-2 minggu ada pengumuman dari FIFA langsung, ya kami sangat senang. Berarti di September-Oktober ini akan menjadi kegiatan besar kembali sepakbola lagi, begitu," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Malam Ini

Senin, 27 Juli 2026 | 15:40 WIB
X