SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) merilis hasil undian FIFA ASEAN Cup 2026, Rabu (29/7). Timnas Indonesia dipastikan menghuni Grup A Premier Division bersama Malaysia, Singapura, dan India.
Timnas Indonesia juga ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan pertandingan untuk Premier Division. Penunjukan ini memberikan keuntungan tersendiri bagi skuad Garuda yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sebanyak 14 tim nasional dipastikan berpartisipasi dalam ajang antarnegara kawasan ini. Seluruh kontestan terbagi ke dalam dua tingkatan kasta kompetisi, yaitu Premier Division dan Challenge Division.
Baca Juga: Mariano Peralta Dilarang Bermain dalam Waktu Dekat, Ini Alasan Igor Tolic
Premier Division diisi oleh delapan tim yang terbagi secara merata ke dalam dua grup. Sementara itu, Challenge Division diikuti oleh enam tim yang terpecah dalam dua grup berisi masing-masing tiga peserta.
Kompetisi edisi kali ini makin ramai dengan kehadiran tiga peserta undangan dari luar Asia Tenggara. Ketiga negara tersebut adalah India, Pakistan, dan Hong Kong.
Pihak VFF mengonfirmasi seluruh rangkaian pertandingan bakal berlangsung pada periode FIFA Marchday. Hal ini memberikan keleluasaan bagi tiap federasi untuk memanggil skuad terbaik mereka.
Baca Juga: Soroti Rencana League Cup, Van Gastel: Sangat Bagus, Jadwal Pertandingan Bakal Ketat
"Turnamen ini akan digelar di periode FIFA Matchday pada 24 September hingga 3 Oktober, sehingga memungkinkan bagi tim menurunkan tim terkuatnya, termasuk pemain dari luar negeri," tulis VFF.
Setiap laga yang dimainkan dipastikan memiliki bobot penghitungan poin untuk peringkat internasional. Konsekuensi tersebut membuat setiap pertandingan bernilai sangat strategis bagi seluruh peserta.
"Hasil pertandingannya akan memengaruhi perolehan poin FIFA yang bergantung dengan koefisien pertandingan selama periode FIFA Matchday."
Baca Juga: Barcelona Menjajaki Transfer Junior Kroupi dari Bournemouth
Rincian jadwal pertandingan beserta regulasi lengkap ajang ini akan diumumkan FIFA dalam waktu dekat. Informasi teknis tersebut menjadi acuan utama pelaksanaan turnamen mendatang.
Seluruh federasi peserta akan segera menyelesaikan tahapan administratif setelah regulasi terbit. Proses pendaftaran pemain maupun tim akan dijalankan secara ketat sesuai instruksi FIFA.