SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman kembali menegaskan bahwa ASEAN Championship 2026 menjadi bagian dari proses untuk menentukan komposisi terbaik Garuda dalam menatap dua proyek besar, yakni Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.
Salah satu posisi yang dinilai masih terbuka untuk diperebutkan adalah penjaga gawang. Persaingan di bawah mistar menjadi salah satu bagian yang terus dipantau Herdman untuk menentukan komposisi utama Timnas Indonesia.
Dua kiper utama timnas Indonesia sejauh ini sudah pasti dikunci oleh Emil Audero Mulyadi dan Maarten Paes, namun untuk kiper ketiga, Herdman menegaskan dirinya belum penetapkan satu nama.
Baca Juga: Tim Medis MotoGP Izinkan Marco Bezzecchi Balapan Grand Prix Inggris
Penampilan Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi selama fase grup ASEAN Championship 2026 masih dievaluasi.
Herdman mengaku sengaja memberikan menit bermain kepada kedua penjaga gawang tersebut untuk melihat kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang berbeda.
Nadeo dipercaya tampil pada laga pertama, sementara Cahya mendapat kesempatan pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Helm F1 dengan 20 Tanda Tangan Pembalap Cetak Rekor Lelang Rp3,6 Miliar
Menurut Herdman, keputusan tersebut bukan sekadar rotasi, melainkan bagian dari proses penilaian terhadap performa kedua kiper.
"Kami meminta kedua pemain untuk bersaing memperebutkan posisi utama. Belum ada kiper utama yang ditentukan," katanya.
Nadeo mendapat kesempatan tampil pada pertandingan pertama turnamen. Setelah itu, Herdman memilih menurunkan Cahya di laga penentuan karena menilai performanya sedang lebih baik.
Baca Juga: Persita Gelar Pemusatan Latihan, Alexandre Ramalingom Tidak Mau Terbebani Target Gol
"Kami merasa Nadeo dan Cahya bersaing dengan baik. Namun, Cahya mendapatkan hak untuk bermain di laga ini (Singapura) karena menurut kami dia sedang berada dalam performa yang lebih baik," imbuhnya.
Herdman pun memberikan penilaian positif terhadap keduanya. Secara khusus, ia menegaskan bahwa Nadeo merupakan penjaga gawang berkualitas yang masih memiliki peluang untuk kembali menjadi pilihan utama.
"Nadeo adalah kiper yang sangat bagus. Namun, keduanya masih berada dalam fase pramusim," tutur pelatih asal Inggris tersebut.
Baca Juga: Manchester City Mentahkan Penawaran Perdana Barcelona untuk Transfer Rodri
Sementara itu, Cahya mendapat apresiasi setelah dipercaya tampil pada laga terakhir Grup A menghadapi Singapura. Herdman menilai kiper muda tersebut mampu menjalankan sebagian besar tugasnya dengan baik.
"Menurut saya, Cahya di laga ini melakukan hampir semuanya dengan baik," ujar Herdman.
Namun, Herdman memahami bahwa seorang kiper bisa saja mengalami momen sulit dalam pertandingan. Hal tersebut dinilainya sebagai bagian dari risiko yang harus dihadapi seorang penjaga gawang, terutama ketika menghadapi tembakan keras.
Baca Juga: Duet Park Jun-heong dan Marcelo Djalo Bakal Jadi Lini Pertahanan Persik yang Sulit Ditembus
"Kiper memang kadang-kadang mengalami momen seperti itu. Ketika Anda menghadapi tendangan keras, bola bisa saja mengenai atau lepas dari kiper. Tidak mudah mengendalikan bola seperti itu," katanya.
Dengan penilaian tersebut, persaingan Nadeo dan Chahya dipastikan masih berlanjut. Herdman belum memberikan garansi kepada salah satu dari mereka untuk menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada agenda berikutnya.
Dengan agenda pertandingan berikutnya pada September dan Oktober, kedua kiper lokal tersebut masih akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.