Selama ini, tiket termahal terjadi saat Floyd Mayweather jr vs Manny Pacquiao. Harga resminya Rp 19 juta termurah dan Ring side sampai Rp89 juta. Namun, di pasar gelap tiket bergerak bak roket, termahal dijual Rp 3,3 miliar.
Laga itu menghasilkan 600 juta dolar AS atau Rp 7,9 triliun. Mayweather memperoleh 400 juta dolar AS atau Rp 5,2 triliun, dan Pacquiao 168 juta dolar AS setara Rp2,2 triliun.
Tiket termahal
Tyson tidak mempermasalahkan Paul yang ternyata menerima bayaran dua kali lipat dari bayarannya atau Rp636 miliar.
Baca Juga: Jude Bellingham Bangun 2 Rumah Senilai Rp142 Miliar, Ada Bioskop, Kolam Renang, dan Sauna
Ini kali pertama bayaran Tyson lebih kecil dari lawannya. Dan, Tyson sendiri memang sudah jauh berbeda. Dia tidak seperti dulu saat masih garang-garangnya.
Di laga ke-54, saat menghadapi Lennox Lewis, juara dunia kelas berat WBC/IBF/WBO/IBO/ the Ring, di Piramada, Memphis, Tennesse, AS (2/8/2002), bayaran Tyson masih sangat fantastis Rp541,2 miliar. Padahal, Lewislah juaranya. Lewis hanya menerima Rp168 miliar.
Selain itu, tiket laga Tyson vs Paul menjadi tiket termahal sepanjang sejarah tontonan apa saja.
Dari beberapa kategori, ada kategori yang sama sekali tidak umum. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ini akan dikembang untuk menjadi lebih seru lagi.
Baca Juga: Pasangan Fikri/Daniel Hanya Butuh 27 Menit Melaju ke 16 Besar Korea Open 2024
Tiket termurahnya saja dibandrol Rp1,9 juta, sementara tiket termahal 2 juta dolar atau setara Rp31 miliar. Kok segila itu?
Ya, tiket termahal memperoleh keistimewaan, tiket pesawat First class, akomodasi, Meet and Greet, makan malam bersama Tyson dan Paul, dan lainnya yang bersifat pribadi. Tapi, terus terang, angka itu sungguh di luar batas kewajaran.
Jika dulu, selalu bergantung pada Tyson, saat ini segalanya ditentukan oleh Jack Paul. Sebagai Youtuber Paul bisa meningkatkan harga pertarungan.
Baca Juga: Tren Positif Muhammad Reza Al Fajri Berlanjut di WONDR by BNI Indonesia Masters Super 100 2024
Laganya sendiri, menurut hemat saya tidak akan seseru Tyson vs Holyfield atau Tyson vs Lewis. Maklum, sekuat dan sehebat apa pun usaha Paul, dia sejatinya bukan petinju, meski usianya baru 27 tahun.
Begitu pun Tyson, segudang apa pun pengalaman dan prestasi yang dimiliki, usia 58 tahun, bukanlah usia yang mumpuni.