"Saya yakin Usman akan butuh waktu beberapa tahun untuk menjadi penantang gelar di UFC."
Baca Juga: Bagaimana Analisis Data Merevolusi Olahraga?
"Ketika saatnya tiba, saya akan menyerahkan sabuk ini," ujar petarung asal Dagestan tersebut.
Makhachev, yang kini berusia 33 tahun, tidak menutup ambisinya untuk menorehkan sejarah sebagai juara di dua kelas berbeda.
Bahkan, ia mengabaikan wacana duel melawan Ilia Topuria, juara kelas bulu UFC, demi fokus menjadi penantang di kelas welter.
Baca Juga: Heboh Wanita Muda Bongkar Hubungan Intim dengan Pemain Liga Primer Inggris
"Pertarungan melawan Topuria tidak masuk akal. Untuk apa? Uang? Saya tidak membutuhkan uang dari pertarungan itu."
"Yang saya butuhkan adalah sabuk gelar kedua," tegasnya.
Sebagai langkah menuju gelar di kelas welter, Makhachev mengincar laga melawan pemenang duel antara Belal Muhammad dan Shavkat Rakhmonov.
Baca Juga: Torino 1-1 Juventus: Nyonya Tua Gagalkan Keunggulan di Derby
Ia yakin keputusan ini akan mempertegas posisinya sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang masa.
Sementara itu, wacana masuknya Usman Nurmagomedov ke UFC kian menarik untuk diikuti.
Dengan usianya yang baru 26 tahun, Usman memiliki potensi besar untuk bersinar di ajang promotor seni bela diri terbesar tersebut.
Dukungan penuh dari Makhachev juga menjadi sinyal kuat bahwa klan Nurmagomedov siap melanjutkan dominasi mereka di UFC.
Dengan kombinasi ambisi pribadi dan dukungan terhadap Usman, Makhachev memperlihatkan bahwa fokusnya tidak hanya pada kariernya sendiri, tetapi juga pada regenerasi petarung Dagestan di kancah internasional.***