SportlinkNews - Francesco Bagnaia menjadi yang tercepat pada balapan MotoGP Qatar, Senin 11/3) dini hari. Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengaku memiliki potensi untuk melaju lebih cepat.
Francesco Bagnaia melahap 21 lap di Sirkuit Lusail dengan waktu 39 menit 34,869 detik atau unggul 1,329 detik atas Brad Binder yang jadi runner-up. Jorge Martin harus puas mengakhiri sesi balapan utama di Sirkuit Lusail, Qatar pada tahun ini dengan finis di tempat ketiga.
Baca Juga: Marc Marquez Tersenyum Berjuang pada Debut Dalapan Gresini Ducati
Strategi Bagnaia jelas, untuk mengungguli Martin di lap pembuka sebelum menetapkan kecepatan yang cukup kuat untuk menciptakan celah kecil, namun tidak merusak bannya.
Ditanya apakah ini awal terbaik tahun ini yang bisa dia bayangkan, Francesco Bagnaia berkata: “Tentu saja. Sangat penting setelah kemarin untuk sedikit mengubah strategi di lap pertama."
“Saya hanya mencoba untuk menjadi sedikit lebih agresif dan saya tahu jika saya memimpin di lap pertama, potensi saya cukup bagus untuk menjaga jarak," kata Francesco Bagnaia.
“Sprint kemarin adalah pelajaran bagus untuk mengubah sedikit pendekatan agar bisa tampil maksimal dengan motor baru.
“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada tim saya karena dari kemarin malam hingga pagi ini kami bekerja keras untuk sedikit meningkatkan setting balapan. Secara keseluruhan, ini adalah awal musim yang sempurna.”
Setelah mengalami masalah getaran saat sprint, Francesco Bagnaia mengambil sikap berbeda.
Pembalap Italia itu berkata: “Saya berkendara dengan cara yang berbeda. Saya menemukan performanya dengan cara berbeda yang bekerja dengan getaran. Hari ini saya hanya mengalami sedikit kesulitan dalam dua lap terakhir; hanya di satu sudut jadi itu bekerja dengan baik."
Baca Juga: Marc Marquez Masih Kencang Basah-basahan di Sirkuit Internasional Lusail
“Mungkin di Portimao kami tidak akan mengalami masalah ini karena di Portimao treknya memiliki grip yang sangat berbeda. Tapi saya rasa kami tahu betul ke mana harus pergi jika terjadi getaran,” ujar juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu.
Kecepatan Bagnaia sepanjang balapan sudah cukup untuk menjaga jarak dari Binder dan Martin.
Binder terkadang mampu memperkecil jarak menjadi kurang dari satu detik, namun ketika dia melakukannya, Bagnaia meningkatkan kecepatannya sekali lagi.
Artikel Terkait
Liga 1 Musim Depan Berisi Tim Seluruh Pulau, Erick Thohir: Ini Baru Liga Indonesia!
Marc Marquez Tersenyum Berjuang pada Debut Dalapan Gresini Ducati
Bulutangkis Indonesia Nirgelar di French Open 2024, Raihan Terbaik Hanya Chico
Rob Beveridge, Pelita Jaya Dipoles Coach Ahang
Apakah Gula Buruk bagi Atlet?