SportlinkNews - MotoGP 2024 telah banyak menghadirkan kejutan. Mulai dari aksi pembalap di trek hingga gap antara pembalap yang semakin ketat.
Selama enam balapan MotoGP musim ini, gap rata-rata antara pemenang dan posisi kedua hanya 1,083 detik – mengalahkan rekor sebelumnya pada 2002 yang mencapai 1,196 detik.
Pada Grand Prix pertama musim di Qatar, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) memenangi putaran pertama dengan selisih satu detik saja.
Baca Juga: Dorna Sports: MotoGP Kazakhtan Dilaksanakan September, MotoGP India Ditunda Hingga 2025
Kemudian Jorge Martin (Prima Pramac Racing) memberikan respons di Portugal, yang unggul 0,8 detik saat Martinator melewati garis finis.
Di GP Amerika, jutaan fans menyaksikan Aprilia Racing terlihat mendominasi dengan pembalap Maverick Vinales yang comeback dari posisi ke-11 dan berhasil merebut podium tertinggi.
Vinales mungkin belum memecahkan rekor tetapi kerja kerasnya memang luar biasa. Gapnya dengan pembalap di belakang Vinales tercatat 1,728 detik.
Baca Juga: Gunakan Paket Aero Baru Yamaha di MotoGP Catalunya, Fabio Quartararo Alami Peningkatan
Selanjutnya, pada adu cepat di Jerez, kita menyaksikan duel antara Bagnaia dan Marc Marquez (Gresini Racing MotoGP).
Rekor lap sebelumnya terus meningkat selama beberapa lap terakhir. Keduanya juga tampil ngotot. Satu lawan satu.
Namun, race lap Bagnaia 1:37,449 pada Lap 23 memberinya cukup kesempatan untuk finis dengan jarak 0,372 detik.
Baca Juga: Paket Nike Spark Brilliance dengan Mercurial Serba Baru
Dari sana, GP Prancis menyuguhkan lagi pertarungan sengit antara tiga Juara Dunia di hadapan 297.471 fans selama akhir pekan balap di Le Mans.
Itu merupakan rekor penonton terbesar sepanjang sejarah MotoGP. Di Le Mans Jorge Martin mengalahkan Marquez dan Bagnaia dengan gap kurang dari setengah detik.
Artikel Terkait
Indonesia Peringkat 7 AVC Challenge Cup Usai Kalahkan Hong Kong
Shin Tae-yong Ingin Kirim Timnas Indonesia B ke ASEAN Cup 2024
Mengapa Kaus Timnas Jerman Warna Putih, Padahal Bukan Warna Benderanya
Persija Jakarta Vs PSIS Semarang, Laga Perpisahan Maman Abdurrahman