"Ia tidak mendapatkan feeling yang tepat di bagian depan motor, sehingga kesulitan untuk menyerang dan masuk ke tikungan dengan kecepatan penuh."
Baca Juga: Bukan yang Pertama, Sandy Walsh Susul Emil Audero dan Jordi Amat Tantang Ronaldo
"Kami harus menemukan keseimbangan yang ideal agar kepercayaan dirinya kembali."
Lebih lanjut, Tardozzi menegaskan bahwa meski motor Ducati saat ini memiliki banyak kemiripan dengan versi tahun lalu, tetap ada beberapa perubahan yang membuat Bagnaia belum bisa tampil maksimal.
"Motornya memang mirip dengan tahun lalu, tapi tidak sepenuhnya sama."
Baca Juga: Ini 17 Stadion yang Direnovasi Diresmikan Presiden Prabowo
"Ada sesuatu yang berbeda, dan kami harus membantu Pecco. Ia pantas berada di posisi lebih tinggi," lanjutnya.
Namun, Tardozzi membantah bahwa Bagnaia mengalami masalah psikologis akibat hasil yang kurang memuaskan di awal musim atau karena performa luar biasa Marquez di tim yang sama.
"Pecco masih percaya diri dengan kemampuannya, dan kami juga tetap tenang," ujar Tardozzi.
Baca Juga: Atlet Kebiasaan Melakukan Ritual dan Takhayul Mengubah Psikologi
"Masih ada 40 balapan tersisa musim ini, jadi kami masih punya banyak waktu untuk memperbaiki keadaan dan membuatnya kembali bersaing dengan Marc serta pembalap Ducati lainnya."
Tardozzi pun tetap optimistis bahwa Ducati dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah teknis yang mempengaruhi performa Bagnaia.
"Saya senang melihat para pembalap kami tetap bersemangat."
Baca Juga: PBSI Minta Pemain Fokus di Swiss Open 2025 Usai Kegagalan di All England
"Marc tetaplah Marc Marquez, dan kami akan melakukan segala cara untuk membantu Pecco kembali ke performa terbaiknya," tegasnya.