"Kami selalu terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu, ketika kami berbicara tentang kontrak dan sekali lagi sekarang, untuk memberi Jorge lebih banyak waktu dan kesempatan kedua di atas motor."
“Jika kami tidak dapat melakukannya dan jelas bahwa kami belum mencapai hasil itu, kami harus menggunakan klausul tersebut."
"Situasinya adalah akan menyenangkan untuk mengetahui masa depannya sesegera mungkin, sehingga kami dapat fokus pada Aprilia untuk sisa tahun ini."
Baca Juga: Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
"Saya pikir dia dapat melakukan pekerjaan dengan baik dengan Aprilia tetapi mereka berdua harus fokus dan memprioritaskan apa yang masih harus mereka lakukan tahun ini,” ucap Albert Valera.
Mengenai apakah hubungan Martin dan Aprilia dapat diselamatkan serta dibangun kembali, Valera menegaskan kalau Martin harus mencoba motornya sendiri.
"Kami selalu ingin memperpanjang klausul tersebut, dengan itikad baik," katanya.
Baca Juga: Simone Inzaghi Bawa Efek Positif di Al Hilal, Lawan Manchester City Jadi Ujian Pertamanya
"Kami pikir Aprilia dan Jorge pantas mendapatkan kesempatan kedua dan itu ditolak, tidak seorang pun dapat memberi tahu Jorge bahwa ia akan menjadi pembalap yang cepat di Aprilia."
"Ia perlu merasakannya sendiri, itulah yang selalu kami bela karena itulah semangat dari apa yang kami negosiasikan," imbuh Valera.
"Saya tahu bahwa Marco melakukan pekerjaan dengan baik dan kami yakin bahwa Jorge dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Jorge memiliki hak, berdasarkan kontrak, untuk mencoba motornya sendiri."
Baca Juga: Real Madrid Lolos ke Fase Gugur, Vinicius Jr: Kami akan Membawa Trofi Itu Kembali ke Madrid
"Kami harus memberinya kepercayaan diri itu, jika tidak, kami memberinya pesan yang salah dan apa pun yang terjadi, ia mungkin akan memikirkan tujuan lain," jelas Valera.
Aprilia sendiri tidak merespon pernyataan Valera tersebut dengan panjang kata.
Setelah sesi FP2, Aprilia menyampaikan, "Posisi kami tidak berubah sejak siaran pers dikeluarkan pada hari Kamis tanggal 22 Mei."