Permutasi hasil yang memungkinkan pun beragam.
Misalnya, jika Alex finis kedua pada sprint, sementara Marc finis ketiga, lalu Marc berhasil memenangi balapan utama dan Alex kembali finis di posisi kedua, maka secara matematis gelar dunia sudah resmi menjadi milik Marc.
Dengan catatan performa musim ini, syarat tersebut seharusnya tidak terlalu sulit.
Dari 32 balapan yang sudah digelar dalam 16 seri MotoGP 2025, tercatat 27 kali Marc finis di depan Alex.
Baca Juga: Cole Palmer Cedera Lagi, Absen Bela Chelsea Hampir Sebulan
Dominasi ini menunjukkan konsistensi Marc sepanjang musim sekaligus menegaskan jarak kualitas antara kakak dan adik.
Berdasarkan statistik tersebut, hanya kejadian luar biasa yang bisa menggagalkan Marc Marquez mengunci gelar dunia pada akhir pekan di Jepang.
Situasi ini sekaligus membuka peluang bagi pembalap berusia 32 tahun itu untuk menambah koleksi gelar juara dunia MotoGP dan semakin memperkokoh dominasinya di kancah balap motor paling bergengsi.
Baca Juga: Lewis Hamilton Galau, Anjing Kesayangannya Masuk Rumah Sakit dan Koma
Jika sukses, kemenangan di Jepang akan menjadi catatan manis bagi Marc, mengingat sirkuit Motegi kerap menghadirkan momen penting dalam perjalanan kariernya.
Dengan dukungan penuh dari tim dan konsistensi performa, Marc hanya tinggal selangkah lagi menuju titel juara dunia MotoGP 2025.