SportlinkNews - Mandalika kembali bersiap menyambut sorotan dunia. Pada 3–5 Oktober mendatang, Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi arena pertarungan pembalap-pembalap top MotoGP dalam edisi keempat penyelenggaraan di Indonesia.
Kesiapan venue hingga dukungan masyarakat disebut sudah mencapai 100 persen.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, selaku penyelenggara, menegaskan seluruh aspek vital, mulai dari infrastruktur, akomodasi, hingga kesiapan relawan, telah dipastikan siap menyambut hajatan besar ini.
Baca Juga: PSSI Pastikan Persiapan Timnas SEA Games 2025 Tak Terhambat Minimnya Anggaran
Para rider pun sudah mulai tiba di Jakarta sebelum bertolak ke Lombok untuk mengikuti Riders Parade pada Rabu mendatang, 1 Oktober 2025.
“MotoGP bukan sekadar olahraga, melainkan etalase sports tourism yang memberi nilai tambah bagi bangsa. Data menunjukkan, sejak digelar di Mandalika, perputaran uang tumbuh rata-rata 9,8 persen per tahun, dan pada edisi sebelumnya dampaknya mencapai Rp4,8 triliun,” ujar Maya dalam jumpa pers persiapan MotoGP Indonesia 2025, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin, 29 September 2025.
Tak hanya angka ekonomi, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi sorotan.
Baca Juga: SEA Games 2025: PSSI Siapkan TC Lebih Terstruktur, Belajar dari Emas 2023
Tahun ini, lebih dari 2.000 relawan lokal diterjunkan, seluruhnya mendapat pelatihan profesional. Jika di awal penyelenggaraan marshal masih bergantung pada tenaga asing, kini seluruh petugas berasal dari putra-putri daerah.
Bahkan sebagian di antaranya dipercaya bertugas di MotoGP Sepang dan Jepang sebagai bukti transfer pengetahuan yang berhasil.
MotoGP Mandalika juga dirancang menonjolkan kekayaan budaya Nusantara. Sejak mendarat di bandara hingga perjalanan menuju sirkuit, penonton akan disuguhi nuansa khas NTB yang dikemas modern, memperkuat nation branding Indonesia.
Baca Juga: Bangkok United Lawan Berat, Frans Putros Yakin Persib Tetap Punya Peluang
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa MotoGP Mandalika bukan hanya kebanggaan nasional, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi lewat sport tourism.
“Penyelenggaraan hingga 2031 adalah peluang emas bagi Indonesia untuk semakin mendunia. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci, dan MotoGP ini harus kita jadikan simbol national branding,” ujarnya.