balap-motor

Bangkit dari Keterpurukan, Marc Marquez Torehkan Prestasi Legenda Olahraga Dunia

Selasa, 30 September 2025 | 20:04 WIB
Marc Marquez kunci gelar juara dunia MotoGP 2025 di sirkuit Motegi, Jepang (MotoGP)

SportlinkNews - Keberhasilan Marc Marquez kembali merebut gelar juara dunia MotoGP untuk yang ketujuh kalinya membuat pembalap Spanyol itu menyamai prestasi para legenda olahraga lainnya.

Marc Marquez bangkit setelah empat musim bergelut dengan cedera parah dan permasalahan pada motornya. Alhasil, prestasinya melorot tajam.

Namun, Marc Marquez tunjukkan semangat juang yang tinggi. Perlahan dia bangkit dan setahap demi setahap menapaki perjalanan barunya usai dihantam cedera parah.

Baca Juga: Lewis Hamilton Berduka, Roscoe Meninggal dalam Pelukannya

Alhasil, pada musim ini, Marquez menunjukkan performa gemilang dengan serentetan kemenangan yang kemudian membawanya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025, yang sekaligus gelar ketujuhnya.

Berikut ini para legenda olahraga yang mampu bangkit setelah dihantam berbagai masalah:

Niki Lauda: Legenda F1 yang Bangkit dari Kobaran Api

Baca Juga: Marcus Rashford Bersinar di Barcelona, tetapi Masa Depannya Masih Tanda Tanya

Niki Lauda, pembalap F1 asal Austria itu bangkit dari kecelakaan mengerikan di Grand Prix F1 Jerman 1976 untuk merengkuh lebih banyak gelar.

Setelah meraih titel pertamanya pada 1975, pria yang akrab disapa 'Rat' ini adalah Juara Dunia bertahan ketika insiden yang dialaminya terjadi di Nurburgring pada pertengahan 1976.

Meskipun mengalami luka bakar yang hampir merenggut nyawanya, Lauda kembali berlaga hanya enam minggu kemudian.

Baca Juga: Tekad Ryuji Utomo Berseragam Persita Bawa Gelar Juara Super League ke Tangerang

Usai kembali beraksi, ia tetap bertarung sengit dalam perebutan gelar legendaris melawan James Hunt. Namun, dia memilih mundur saat balapan penutup musim yang diguyur hujan di Fuji, dengan alasan risikonya terlalu besar.

Lauda kembali pada 1977 dengan gelar juara keduanya, dan kemudian meraih titel gelar juara dunia ketiga dan terakhirnya pada 1984 dengan selisih hanya setengah poin.

Halaman:

Tags

Terkini