Kejadian itu memicu keretakan besar dalam hubungan keduanya yang sebelumnya berjalan harmonis.
Baca Juga: Alo Berkolaborasi dengan Bintang NBA Jimmy Butler untuk Kolaborasi Sepatu Pertamanya
Rossi bahkan dalam sebuah podcast tahun lalu masih menegaskan keyakinannya bahwa Marquez sengaja menghalangi dirinya meraih gelar juara pada musim 2015.
Menanggapi pernyataan Rossi yang tidak menyebutkan namanya sebagai rival utama, Marquez memberi jawaban tersendiri.
Menurutnya, ia memang tidak merasa bersaing dengan Rossi untuk gelar juara dunia.
Baca Juga: Rapat Pleno KONI Kaltim Bahas Musorprov, Rusdi Tegaskan Takkan Maju Periode Kedua
“Karena kami tidak pernah bertarung untuk kejuaraan,” kata Marquez di Mandalika, Kamis (2/10/2025).
Ia kemudian menjelaskan lebih jauh maksud dari pernyataannya tersebut.
Marquez menegaskan bukan bermaksud merendahkan Rossi, melainkan menekankan fakta bahwa saat dirinya mulai masuk MotoGP, rival utamanya lebih sering berganti.
Baca Juga: 3 Pemain Terkaya di Dunia: Ronaldo dan Messi Masih Harus Menghormati Sosok Istimewa
“Bukan dalam artian saya bisa juara dunia sementara dia tidak."
"Maksud saya, ketika saya datang ke MotoGP, rival terbesar saya misalnya satu tahun Lorenzo, lalu di tahun berikutnya Andrea Dovizioso,” ujarnya.
Komentar keduanya kembali memperlihatkan bagaimana tensi rivalitas lama masih menjadi sorotan meski Rossi kini berstatus legenda dan Marquez tetap aktif membalap.
Baca Juga: Di Tengah Skandal Pemain Naturalisasi, Sepak Bola Malaysia Mendapat Kabar Baik dari AFC
Mandalika pun bukan hanya akan menjadi arena balapan, melainkan juga panggung cerita rivalitas yang belum sepenuhnya padam di mata publik.