balap-motor

Operasi Berjalan Sukses, Jorge Martin Bakal Absen dalam Jangka Waktu Lama

Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Jorge Martin alami kecelakaan di sprint race GP Jepang (MotoGP)

SportlinkNews - Insiden kecelakaan yang dialami Jorge Martin di GP Jepang membuat pembalap Aprilia tersebut harus menjalani masa pemulihan yang cukup lama lantaran cedera patah tulang selangka kanan.

Setelah kembali ke Spanyol, Martinator harus menjalani operasi reduksi dan fiksasi fraktur di Rumah Sakit Universitari Dexeus oleh tim medis yang dipimpin dokter Xavier Mir.

Operasi berjalan lancar namun Jorge Martin dipastikan harus beristirahat cukup lama sebelum memulai kembali aktivitas balapnya.

Baca Juga: Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi Kuasai Sesi Practice GP Indonesia di Mandalika

Aprilia sebelumnya menyatakan Martin tidak akan balapan dan tidak akan digantikan untuk GP Indonesia.

Adapun kini, Manajer Tim Aprilia Racing, Paolo Bonora, telah mengonfirmasi pembalap nomor #1 itu juga masih absen untuk ronde Grand Prix Australia dua pekan mendatang.

"Ini cedera serius. Operasinya sangat, sangat, sangat bagus. Sekarang kami sedang berkonsultasi dengan dokter mengenai rencana pemulihan dan kapan ia bisa kembali ke trek balap."

Baca Juga: Jebolan Pemain Timnas Indonesia Buka Akademi Sepak Bola Demi Melahirkan Pesepak Bola yang Tangguh

"Yang pasti, sayangnya, saya dapat mengonfirmasi di Phillip Island bahwa ia tidak akan bergabung dengan kami," kata Paolo Bonora.

"Kami tidak tahu tentang masa depannya. Kami harus menunggu pemeriksaan medis untuk memahami kondisi fisiknya, hari demi hari."

"Cederanya memang serius. Ini bukan retak tulang selangka biasa. Ada dua tempat (yang patah). Ya, memang perlu menunggu."

Baca Juga: Chelsea vs Liverpool, Marc Cucurella Siap Petik Kemenangan di Stamford Bridge

Hal tersebut melengkapi kabar terbaru dari Direktur Medis MotoGP, Angel Charte, menjelang GP Indonesia. Charte menggarisbawahi pemulihan Martin masih harus menunggu, tetapi rehabilitasi akan segera dimulai.

"Operasi Jorge Martin telah berhasil diselesaikan. Prosedurnya rumit karena frakturnya melibatkan tiga fragmen, yang berhasil difiksasi dengan sekrup di sepertiga tengah-distal fraktur dan pelat penyangga untuk mencegah pergeseran."

Halaman:

Tags

Terkini