SportlinkNews - Pembalap utama Yamaha, Fabio Quartararo, tampaknya mulai kehilangan kesabaran terhadap timnya sendiri.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, ia mengisyaratkan bahwa kontrak yang sedang dijalaninya bisa menjadi kesempatan terakhir bagi Yamaha untuk membuktikan diri.
Ungkapan tersebut dianggap sebagai sinyal serius bahwa sang juara dunia MotoGP 2021 itu bisa saja meninggalkan tim jika tidak melihat perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Alberto Hengga: Garuda Muda Siap Tempur Hadapi Zambia di Laga Perdana Piala Dunia U-17
Selama beberapa musim terakhir, Yamaha memang menghadapi masa-masa sulit.
Setelah mengantarkan Quartararo meraih gelar juara dunia pada 2021, performa pabrikan asal Jepang itu justru menurun drastis.
Persaingan dengan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM semakin memperlihatkan jarak yang sulit dikejar.
Baca Juga: Enzo Maresca: Moises Caicedo adalah Salah Satu Gelandang Bertahan Terbaik Dunia
Yamaha bahkan sampai harus memperoleh hak konsesi khusus agar dapat mempercepat pengembangan motor mereka, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh tim besar sekelas mereka.
Meski sejumlah perbaikan telah dilakukan, hasilnya masih belum konsisten.
Dalam beberapa seri MotoGP 2025, Quartararo sempat memperlihatkan sinyal kebangkitan dengan tampil cepat di sesi kualifikasi.
Baca Juga: Arne Slot Tenang Hadapi Kritik, Disebut Punya Mentalitas seperti Johan Cruyff
Ia bahkan beberapa kali meraih pole position, menandakan kemampuan motor YZR-M1 belum sepenuhnya hilang.