Pernat menambahkan bahwa rasa lapar akan kemenangan, bakat alami, serta kecerdasan Marquez membaca jalannya balapan menjadi pembeda utama dibanding pembalap lain.
Baca Juga: Jelang Duel Arema FC vs Persija: Mauricio Souza Siapkan Strategi Meredam Serangan Singo Edan
Namun, pandangan berbeda datang dari Michele Pirro, pembalap penguji Ducati.
Ia menilai bahwa keberhasilan Marquez tidak lepas dari peran besar tim yang memberikan dukungan penuh.
Menurutnya, Ducati juga menjadi faktor penting dalam membantu Marquez menemukan kembali performa terbaiknya setelah masa sulit.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-12 Super League 2025/26, Laga Persib vs Malut United Alami Penundaan
“Saya yakin Ducati memainkan peran kunci dalam kebangkitan para pembalapnya."
"Bukan Marquez yang membuat Ducati menang, melainkan Ducati yang memberinya kesempatan untuk menemukan dirinya kembali,” ucap Pirro, dikutip dari Motosan.
Pirro mencontohkan bagaimana keluarga Aruba turut membantu Nicolo Bulega memulai kembali kariernya di kelas Supersport (SSP) sebelum sukses menembus Superbike.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Link Siaran Langsung Selangor FC vs Persib Bandung
Ia menilai bahwa lingkungan tim yang solid dan dukungan teknis yang kuat menjadi fondasi penting dalam keberhasilan seorang pembalap.
Lebih lanjut, Pirro percaya bahwa motivasi Marquez tidak akan berhenti sampai di sini.
Ia meyakini sang juara dunia itu akan tampil lebih ambisius pada musim 2026, dengan target merebut gelar juara dunia ke-10 sepanjang kariernya.
Baca Juga: Ambisi Penyerang Galatasaray Victor Osimhen di Liga Champions dan Kekagumannya pada Didier Drogba
“Kita akan melihat Marquez yang lebih lapar akan kemenangan dibanding sebelumnya. Dia akan terus berjuang sekuat tenaga,” kata Pirro.