Pernyataan tersebut tentu terasa janggal bagi seorang pembalap MotoGP, mengingat potensi crash adalah hal yang tidak bisa diprediksi.
Marquez menegaskan bahwa seorang rider tidak dapat menghindari risiko kecelakaan hanya dengan berpikir untuk tidak mengalaminya, terutama ketika berada di kecepatan tinggi dan situasi balapan yang sangat dinamis.
Baca Juga: PSSI Tunjuk Nova Arianto, Ini Misi Besarnya untuk Timnas U-20 Indonesia
“Ketika saya bertanya apakah saya bisa mengikuti tes, mereka langsung menjawab tidak,” ujar Marquez.
“Dokter mengatakan bahwa jika saya tidak mengalami crash, seharusnya saya bisa melakukannya."
"Tapi saya tidak mungkin mengendarai motor sambil terus memikirkan hal itu.”
Baca Juga: Tundukkan Persik Kediri, Persija Catat Kemenangan Kelima Berturut-turut
Pernyataan ini menggambarkan betapa mustahilnya mengeliminasi risiko cedera bagi seorang pembalap profesional.
Dengan absennya Marquez dari tes Valencia, Ducati menunjuk Nicolo Bulega sebagai penggantinya.
Pembalap World Superbike (WSBK) itu mampu memberikan impresi positif selama sesi tes.
Baca Juga: Hasil Super League: PSM Makassar Cukur PSBS Biak, Alex Tank Cetak Hattrick
Bahkan, Bulega mencatatkan waktu lebih cepat dibandingkan Francesco Bagnaia, yang menjadi salah satu sorotan dalam sesi tersebut.
Absennya Marquez mungkin mengecewakan banyak pihak, tetapi kondisi ini membuatnya bisa lebih fokus pada pemulihan.
Dengan waktu pemulihan yang lebih panjang, Marquez diharapkan dapat kembali dalam kondisi yang lebih baik untuk menghadapi musim MotoGP 2026.
Fokus utamanya kini adalah memastikan cedera bahunya pulih sepenuhnya agar dapat kembali bertarung di level tertinggi.