Perpindahan itu menjadi awal kembalinya performa Marquez hingga kemudian ia resmi naik ke tim pabrikan Ducati pada 2025.
Meski meninggalkan Honda dengan sisa kontrak setahun, keputusan tersebut terbukti tepat.
Baca Juga: Persib Bawa Misi Kebangkitan di Laga Kontra Madura United FC, Bidik Tiga Poin di Pamekasan
Dalam pandangan Paolo Simoncelli, kehadiran Marquez di Ducati juga seharusnya dapat menjadi momentum bagi Francesco Bagnaia untuk berkembang.
Rekan setim yang kuat, menurut Paolo, bisa memacu seorang pembalap untuk meningkat.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Bagnaia kesulitan mengimbangi Marquez dan tidak mampu meraih satu pun poin pada lima balapan terakhir musim 2025.
“Bagi rival seperti Bagnaia, balapan melawan Marquez adalah perlombaan yang terus-menerus untuk meningkatkan diri dan agar tidak tertinggal,” kata Paolo.
Dengan catatan impresif musim ini, Marquez kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)