Perubahan besar akan terjadi, mulai dari pengurangan kapasitas mesin dari 1000cc ke 850cc, pembatasan aerodinamika, hingga hadirnya pemasok ban tunggal baru.
Baca Juga: Usai Thailand Kalah Telak dari Indonesia, Miguel Rodrigo Putuskan Pensiun dari Futsal
Dalam kondisi tersebut, pembalap dengan kemampuan menutup kekurangan motor seperti Marquez menjadi sangat berharga.
Namun demikian, wacana kepindahan kembali ke Honda terus mencuat. Honda bukanlah nama asing bagi Marquez.
Selama 11 musim, dari 2013 hingga 2023, ia membela pabrikan Jepang tersebut dan mempersembahkan enam gelar juara dunia.
Baca Juga: MotoGP 2025: Musim Balap yang Penuh dengan Catatan Rekor Bersejarah di Dunia Motorsport
Hubungan keduanya pun tetap terjaga meski berpisah lebih cepat pada akhir 2023.
Honda memahami keputusan Marquez kala itu sebagai langkah untuk memulihkan daya saing setelah cedera panjang dan penurunan performa motor.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali ke Honda pada MotoGP 2027, Marquez memberikan jawaban diplomatis.
Baca Juga: SEA Games 2025 Jadi Awal Optimisme Baru Polo Air Indonesia, Regenerasi Dinilai Berjalan
“Tahun depan, kita tahu bahwa kami punya motor tercepat, itu yang penting,” ujarnya dalam acara Campioni di Festa yang digelar Ducati, dikutip dari Motorsport.com.
“Akan tetapi, untuk 2027-2028, semuanya masih belum pasti. Semuanya akan lebih terbuka. Pastinya, kita ingin melihat sedikit (situasinya).”
Marquez juga menegaskan prinsip yang selalu ia pegang dalam menentukan masa depan.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Cukur Persis Solo 5-1, Kado Selamat Datang Bagi Milomir Seslija
“Saya selalu berusaha untuk tidak pindah kalau saya cepat, kalau saya bahagia, dan kalau saya menang,” katanya.