balap-motor

Aprilia Terus Mengancam, Tardozzi: Kita Tidak Bisa Mengandalkan Marc Marquez

Selasa, 24 Maret 2026 | 22:14 WIB
Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi (tengah) (@ducaticorse)

SportlinkNews - Ducati mendapatkan perlawanan keras dari Aprilia di dua putaran MotoGP 2026. Ini tentu saja menjadi peringatan keras bagi pabrikan Borgo Panigale ini.

Dalam dua putaran awal musim ini Ducati tidak berdaya menghadapi perkembangan Aprilia lewat manuver Marco Bezzecchi dan Jorge Lorenzo.

Ducati mengakui harus meningkatkan levelnya sendiri untuk menantang Aprilia di MotoGP, mengakui tidak bisa terus mengandalkan pembalap bintangnya Marc Marquez untuk menutupi kekurangannya.

Baca Juga: Haas Luncurkan Livery Godzilla untuk Grand Prix Jepang F1

Meskipun Marquez tampil mengesankan dengan memenangkan sprint di Goinia, baik dia maupun peraih pole position Fabio di Giannantonio tidak mampu menandingi Aprilia saat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin raih double podium.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengatakan bahwa tim harus fokus pada peningkatan Desmosedici daripada bergantung pada kemampuan Marquez untuk meraih hasil.

Apalagi pembalap Spanyol itu masih dalam masa pemulihan dari cedera bahu yang dialaminya tahun lalu.

Baca Juga: Malut United Resmikan Training Camp di Ternate, Gandeng Klub Eropa untuk Pengembangan Usia Dini

“Saat ini, kami juga memiliki Marc, yang secara fisik belum 100% fit, meskipun itu bukan alasan karena Ducati lainnya juga tertinggal,” kata Tardozzi kepada Motorsport.com.

“Kita tidak bisa selalu mengandalkan bakat Marc untuk menutupi kekurangan kita. Marc belum 100% fit, tetapi seperti semua juara hebat, dia tidak terlalu memikirkannya dan hanya bekerja keras untuk mencoba meraih hasil terbaik.”

Aprilia, yang dulunya selalu berada di barisan belakang, telah membuat kemajuan pesat di bawah kepemimpinan saat ini untuk muncul sebagai ancaman bagi dominasi Ducati.

Baca Juga: Hingga Pekan ke-25 Persita Masuk 5 Besar Super League, Igor Rodrigues: Awalnya Buruk Tapi Kami Fokus dan Konsisten

Ducati mulai menunjukkan tanda-tanda kerentanan tahun lalu ketika Francesco Bagnaia kesulitan untuk secara konsisten berada di depan.

Situasi ini diperparah oleh hilangnya Pramac yang beralih ke Yamaha, sehingga Ducati hanya memiliki enam motor di grid.

Halaman:

Tags

Terkini