balap-motor

Menang di Catalunya yang Penuh Kekacauan, Di Giannantonio: Terpenting Semua Pembalap Selamat

Senin, 18 Mei 2026 | 17:40 WIB
Pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio. (Getty Images)

SportlinkNews - Kemenangan dramatis Fabio Di Giannantonio pada balapan MotoGP Catalunya 2026 diwarnai dengan rasa syukur yang mendalam atas keselamatan para pembalap. Ia menegaskan aspek keselamatan jauh lebih berharga daripada podium utama yang diraihnya.

Jalannya balapan di Sirkuit Catalunya pada Minggu (17/5) malam WIB tersebut memang berlangsung penuh dengan kekacauan. Pihak penyelenggara bahkan terpaksa mengibarkan bendera merah sebanyak dua kali akibat serangkaian insiden mengerikan di lintasan.

Kecelakaan fatal pertama yang memicu kepanikan massal terjadi pada putaran ke-12 dan melibatkan tiga pembalap sekaligus. Alex Marquez kehilangan kendali secara setelah menabrak bagian belakang motor Pedro Acosta yang mendadak mengalami masalah teknis kehilangan tenaga.

Baca Juga: Red Bull Racing dan Crocs Bikin Sepatu Futuristik Terinspirasi Mobil F1

Benturan keras tersebut melempar Alex ke tepi lintasan hingga tubuhnya terguling hebat menuju dinding pembatas. Motor tunggangannya hancur setelah terhempas berulang kali di atas permukaan sirkuit.

Serpihan material motor yang hancur langsung berhamburan ke tengah trek dan menciptakan situasi yang sangat membahayakan pembalap lain. Salah satu roda yang terlepas bahkan melayang hingga menghantam tubuh Di Giannantonio yang sedang melaju kencang.

Petugas balapan langsung menghentikan jalannya kompetisi demi membersihkan sirkuit sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan prosedur restart. Durasi balapan lanjutan tersebut kemudian dipangkas oleh pihak panitia menjadi hanya 13 putaran saja.

Baca Juga: Ronaldo Menangis Tiga Tahun Tanpa Trofi di Arab Saudi, Al-Nassr Habiskan Rp 10 Triliun

Sial bagi para pembalap, drama mengerikan kembali tersaji sesaat setelah balapan kedua tersebut resmi dimulai. Tabrakan beruntun yang melibatkan Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia langsung terjadi di tikungan pertama sirkuit.

Insiden beruntun jilid dua ini memaksa bendera merah kembali dikibarkan untuk menghentikan balapan demi keselamatan bersama. Setelah situasi kondusif, balapan akhirnya kembali digelar dengan jarak tempuh yang menyusut menjadi 12 putaran.

Di Giannantonio pada akhirnya sukses keluar sebagai yang tercepat. Kendati demikian, ia mengaku bahwa fokus utamanya usai balap adalah memastikan kondisi kesehatan para rivalnya di lintasan.

Baca Juga: Goergina Pamer Penampilan Terbaru dalam Pemotretan Pakaian Pantai

"Ini hari Minggu yang gila. Saya senang dengan kemenangan ini, senang dengan performa ini, karena pastinya kami perlu memberi kredit ke tim yang sudah bekerja bagus sehingga saya bisa mengerahkan upaya semacam ini dan mengukir hasil ini," kata Di Giannantonio dikutip dari Crash.

Pembalap asal Italia tersebut menilai keberhasilan seluruh rekannya melewati hari yang mencekam itu sebagai sebuah mukjizat. Ia sangat menghargai fakta bahwa tidak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan besar yang terjadi di depan matanya.

Halaman:

Tags

Terkini