balap-motor

Jika Ingin Menjuarai Grand Prix, Marc Marquez Harus Menang di Austin

Kamis, 11 April 2024 | 20:15 WIB
Marc Marquez saat bergabung dengan tim Repsol Honda (MotoGP)

Indianapolis adalah arena motorsport terbesar di dunia dengan tribun penonton yang menjulang tinggi mengelilingi banking dan batu bata di garis start/finis.

Baca Juga: Marc Marquez: Saya Tidak akan Lebih Cepat dari Sebelumnya

Sirkuit jalan raya di dalam oval bukanlah sesuatu yang istimewa, namun orang-orang menjadikannya tempat yang beratmosfer.

"Di Amerika, Marquez seperti angin puyuh," tulis Harris. Jika kemenangan Texas itu belum cukup, Marquez kemudian memenangi balapan kelas utama di Laguna Seca.

Lalu diikuti dengan kemenangan di Indianapolis, yang diulanginya dua tahun berikutnya.

Baca Juga: WorldSBK: Siapa yang Unggul Melawan Rekan Satu Tim?

Dalam tiga balapan kelas utama di Indianapolis, #93 tidak terkalahkan. Ketiga kemenangan Amerika itu pun memainkan peran besar dalam perjalannya menuju titel dunia MotoGP yang pertama.

Marquez tak terkalahkan di COTA selama lima tahun berikutnya, tetapi tidak pernah tanpa insiden.

Sliding dengan siku dan bahu, manuver menyalip yang bombastis, hingga melompati barrier Armco untuk mengendarai motor kedua demi meraih pole position.

Baca Juga: Cerai dengan Yamaha dan Gabung ke BMW Toprak Razgatlioglu Alami Kemajuan Pesat

Itu semua adalah bagian dari aksi pertunjukkan sang pembalap di Amerika.

Sudah 903 hari sejak kali terakhir Marquez menang balapan Grand Prix. Yang lain, banyak yang menunggu lebih lama lagi.

Juara Dunia tujuh kali, Phil Read, harus menunggu selama 3.200 hari antara kemenangannya di Grand Prix Ulster 1964 dan Grand Prix Jerman 1973.

Baca Juga: Alvaro Bautista: Nicolo Bulega akan Menjadi Valentino Rossi Berikutnya

Andrea Dovizioso harus menunggu 2.653 hari antara kemenangan di Donington Park 2009 dan Sepang 2016.

Halaman:

Tags

Terkini