SportlinkNews - Meski gagal finis saat membalap di kandangnya sendiri, Fabio Quartararo justru cukup happy dengan performanya di Le Mans.
Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP ini merasa ada peningkatan performa dari Yamaha yang ditungganginya. El Diablo pun bertekad untuk terus membuat progres.
Sebagaimana diketahui, setelah lolos ke Q2, Quartararo kemudian mengamankan grid start kedelapan saat kualifikasi.
Baca Juga: Satu Dekade Asia Talent Cup: Pembuka Jalan Bagi Pembalap Bertalenta Menuju Arena MotoGP
Ketika Tissot Sprint, dirinya finis sepuluh besar, dan hanya terpaut 0,4 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse Racing) yang menempati posisi kesembilan.
Namun, pembalap #20 gagal menyentuh finis dalam balapan Grand Prix Prancis pada hari Minggu. Saat berada pada posisi keenam, Quartararo terjatuh di Tikungan 9 pada Lap 17.
Walau jatuh, pembalap kelahiran Nice ini justru gembira. "Sejujurnya, saya senang. Karena ini adalah balapan pertama tahun ini di mana saya merasa kompetitif," katanya.
Baca Juga: Pabrikan Rem Brembo Lanjut Jadi Sponsor Utama MotoGP Italia pada 2024 dan 2025
"Sayangnya, kami terjatuh. Tapi berada di posisi ini, di P6 tanpa banyak kecelakaan di depan saya adalah yang pertama kalinya."
"Jadi saya memberikan segalanya dan saya ingin maksimal. Sayangnya, kami terjatuh, tapi kami memberikan 100%," ujar Quartararo.
Quartararo mengakui bahwa Yamaha melakukan perubahan besar-besaran pada motornya, yang memungkinkan El Diablo merasakan perbedaan kecil, namun positif. Serta menemukan potensi basis set-up baru.
Baca Juga: Serunya MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans Ukir Sejarah Baru Motorsport Dunia
Dengan diperkenalkannya Sistem Konsesi MotoGP yang baru pada akhir 2023, beberapa pabrikan, terutama Jepang, berupaya memanfaatkan guna menjembatani kesenjangan dari pabrikan Eropa.
Yamaha dan Honda memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjalani tes privat di Mugello beberapa hari lalu.