SportlinkNews - Lapangan Udara Wiriadinata, Tasikmalaya mendadak meriah pada akhir pekan lalu lantaran digelarnya Pertamax Turbo Drag Fest putaran ke-2.
Sebanyak 324 peserta Drag Bike dan 169 peserta Drag Race dan lebih dari 5.500 masyarakat hadir menyaksikan kegiatan motorsport Pertamax Turbo Drag Fest 2024 yang digelar pada 27-28 Juli 2024.
Kegiatan drag race ini dibuka oleh Sales Area Manager Retail Sales Bandung Pertamina Patra Niaga, Sindhu Priyo Windoko.
Baca Juga: Prabowo Intip Perjuangan Atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024, Pesannya: Do the Best
Bersama dengan Komandan Lapangan Udara Wiriadinata Letkol (Pnb) Taufik Agus Hidayat, dan Ketua IMI Tasikmalaya, H. Tantan Soniawan.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan penyelenggaraan Pertamax Turbo Drag Fest merupakan wujud nyata komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung perkembangan dunia otomotif di Indonesia.
"Kami percaya bahwa dengan menyediakan bahan bakar berkualitas tinggi seperti Pertamax Turbo, kami dapat membantu para penggemar otomotif untuk mencapai performa terbaik dari kendaraan mereka," ujar Heppy dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Jens Raven Digadang Naik Kelas ke Timnas Senior, Respon Indra Sjafri: Biarkan Buah Matang di Pohon
"Terbukti peserta di putaran ke-2 ini meningkat lebih dari 2x lipat dimana putaran I ada 215 peserta, saat ini di putaran II ada 493 peserta."
"Ini menunjukkan adanya minat yang tinggi akan ajang Drag Race seperti ini sehingga tentunya kita berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan otomotif," katanya.
Yang menarik, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan pertanggungan pada saat balapan dari rekomendasi IMI selama acara berlangsung untuk para peserta.
Baca Juga: Ayah Lamine Yamal Bikin Fans Barcelona Marah Besar dengan Nico Williams Usai Unggah Foto di Media Sosial
Ketua IMI Tasikmalaya, H. Tantan Soniawan mengungkapkan bahwa ajang motorsport seperti Pertamax Turbo Drag Fest ini selalu ditunggu oleh para pecinta otomotif.
"Kehadiran event ini mendukung para penggemar balap dalam menyalurkan hobinya," ujarnya.
"Fasilitas dan infrastruktur balap yang terbatas membuat balap liar bermunculan. Selain melanggar aturan, balap liar juga berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain."