Karier Fermin Aldeguer dimulai pada usia 6 tahun, Aldeguer memenangi gelar di kejuaraan motor mini regional Spanyol, dan dengan cepat melaju ke European Talent Cup.
Dominasinya di Moto2 European Championship dengan enam kemenangan balapan beruntun pada musim debutnya, menjadi awal dari perjalanannya ke panggung Kejuaraan Dunia.
Pembalap Spanyol itu kemudian pindah ke MotoE pada musim 2021, sebelum melakoni debut Moto2 pada paruh kedua musim bersama SpeedUp, lalu mendapatkan kursi penuh waktu pada 2022.
Baca Juga: Persib Kembali Perpanjang Kontrak Dedi Kusnandar
Fermin selalu dianggap sebagai talenta besar, ia benar-benar melejit saat membukukan empat kemenangan beruntun di Moto2 – menyamai rekor Toni Elias – pada akhir 2023, membawanya ke peringkat ketiga klasemen akhir.
Kecepatan dan bakatnya yang luar biasa membuat Ducati beraksi pada awal musim 2024. Pabrikan Bologna pun mengikatnya dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Pada 2025, Aldeguer bergabung dengan Gresini Racing dan Ducati, yang mana ia bakal berlomba menggunakan Desmosedici GP24.
Baca Juga: Marc Klok Masuk Daftar Club 100 Persib
Dengan kesuksesan Ducati baru-baru ini, ia tentunya akan berusaha untuk membuat dampak yang cepat dalam tahun debutnya di MotoGP.
Somkiat Chantra: Perintis MotoGP dari Thailand
Somkiat Chantra telah mencetak sejarah sebagai pemenang Grand Prix pertama di Thailand, dan pada 2025, ia akan menjadi pembalap Thailand pertama di MotoGP.
Baca Juga: Penemuan Sepatu Bola Global Para Pemain Top
Setelah mengawali karier di Asia Talent Cup, Chantra memulai debut Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia pada 2019.
Meski tahun-tahun awalnya penuh tantangan, musim 2022 menjadi terobosan baru, dengan kemenangan di Mandalika dan sejumlah podium.
Chantra terus bersinar pada 2023. Ia mencetak kemenangan keduanya di Grand Prix Jepang dan menempati peringkat keenam klasemen akhir.