Rivalitas internal bisa semakin memanas mengingat keduanya memiliki status sebagai juara dunia.
Baca Juga: Neymar Dipastikan Pulang ke Santos, Reuni dengan Lionel Messi di Inter Miami Makin Mustahil
"Ini adalah hal baik bagi tim karena kami memiliki visi yang sama dalam pengembangan motor," kata Marquez.
"Namun, pasti akan ada momen di mana pendapat kami berbeda. Bisa jadi saya ingin ke kiri sementara dia ingin ke kanan," imbuhnya.
Selain membahas kerja samanya dengan Bagnaia, Marquez juga berbicara mengenai peluangnya untuk menyamai rekor sembilan gelar juara dunia milik Valentino Rossi.
Baca Juga: Pelatih Shin Tae-yong Terima Pesangon Rp 58,4 Miliar, Doakan Indonesia Bisa Ikut Piala Dunia
Marquez memilih untuk tidak terburu-buru dan lebih bersikap rendah hati karena situasi saat ini sangat berbeda dibanding masa kejayaannya.
Dengan usia yang akan menginjak 32 tahun, Marquez mengaku kini lebih bijak dalam menghadapi setiap tantangan, terutama setelah mengalami kecelakaan parah pada musim 2020 yang mengubah banyak hal dalam kariernya.
"Saat berusia 20 tahun, pendekatan Anda terhadap balapan tentu berbeda dibanding ketika berusia 32 tahun," ujar Marquez.
Baca Juga: Megawati Melambung di Mega Day, Red Sparks Bukukan 13 Kemenangan Beruntun
"Sekarang saya lebih memahami arti berada di posisi ini dan tanggung jawab besar yang menyertainya."
"Setelah kecelakaan itu, saya menganggap setiap kesempatan yang datang adalah sebuah hadiah," tuturnya.
Dengan pendekatan baru dan mentalitas yang lebih matang, Marc Marquez siap menghadapi tantangan besar bersama Ducati dan belajar dari sang juara bertahan, Francesco Bagnaia.***