IBL Jalani Valuasi Klub Demi Mengukur Perkembangan Industri Olahraga Basket

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Jumat, 21 Februari 2025 | 22:09 WIB
Pembukaan IBL GoPay 2025 (IG @pelitajayabasketball)
Pembukaan IBL GoPay 2025 (IG @pelitajayabasketball)

SportlinkNews - Indonesian Basket League (IBL) tidak hanya sekedar menjadi ajang kompetisi olahraga basket saja, namun sebisa mungkin mampu memberikan dampak ekonomis bagi ekosistem kompetisi ini.

Apalagi IBL telah 22 tahun berjalan dan di musim tahun 2025 ini, 14 klub peserta rata-rata telah memasuki usia 17 tahun, bahkan ada yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Kini saatnya, liga bola basket tertinggi di tanah air ini beserta para klub peserta untuk mengukur sebuah industri yang memiliki potensi besar ke depan.

Baca Juga: Hasil Liga 1: Dewa United Taklukkan Persebaya, Kiper Sonny Stevens Lakukan Penyelamatan Penting

IBL telah melakukan sosialisasi kepada seluruh klub peserta mengenai metode yang dirancang untuk memperhitungkan valuasi IBL.

Formulasi perhitungan valuasi IBL ini mempertimbangkan beberapa faktor. Yang pertama, seberapa besar nilai konversi atas jumlah fanbase yang dimiliki setiap klub.

Semakin tinggi atau besar jumlah fans tersebut tentunya akan juga mempengaruhi nilai variable tersebut.

Baca Juga: Atlético Madrid Berkolaborasi dengan Wonder Woman, Hadirkan Koleksi Fesyen Bertema Pemberdayaan Perempuan

Kedua, ikatan (kontrak) pemain aktif yang dimiliki oleh Klub yang dinilai sebagai sebuah asset klub yang penting.

Ketiga, variable antara usia klub dengan perolehan prestasi, seperti memiliki sejarah juara, rekor memasuki babak playoff juga digunakan sebagai variable/parameter seberapa tinggi nilai sebuah klub tersebut.

Keempat, asset tangible yang dapat disertakan sebagai sebuah bagian dari kepemilikan klub tersebut juga dapat diperhitungkan sebagai variable tetap.

Baca Juga: PSG Pesta 10 Gol, Ini Deretan Margin Agregat Terbesar dalam Sejarah Liga Champions

Keempat hal diatas, diformulasikan menjadi sebuah nilai sehingga dapat ditentukan klub dengan nilai valuasi tertinggi hingga terendah untuk suatu periode tertentu.

"Valuasi klub IBL kali ini merupakan tahap awal pengukuran dan menilai hasil upaya para klub peserta yang kedepan dapat menjadi sebuah standar dalam melakukan langkah-langkah usaha masing-masing."

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: IBL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB

Liverpool Raih Pendapatan Lebih dari Rp15,8 Triliun

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:24 WIB

Ronaldo Menjadi Pemilik Bisnis seperti Beckham

Jumat, 27 Februari 2026 | 08:40 WIB
X