SportlinkNews - Arab Saudi menaruh perhatian besar pada olahraga tenis. Saking besarnya perhatian, mereka tidak segan-segan untuk menggelontorkan dana sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun.
Ini memang ide luar biasa yang menguras kocek. Tapi, Arab Saudi adalah negara petro dolar. Bagi mereka uang segitu tidak menjadi masalah demi memuluskan rencana mereka "menguasai" bisnis di olahraga tenis.
Sebagai bukti keseriusannya, pada bulan Oktober, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah kegiatan yang disebut 6 Kings Slam, yang akan menampilkan Novak Djokovic, Daniil Medvedev, Rafael Nadal, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz dan Holger Rune.
Baca Juga: Lima Tren Utama yang Mendorong Bisnis Olahraga
Semua nama-nama tersebut, kecuali Rune, adalah pemain tenis yang telah memenangkan gelar tunggal Grand Slam. Ini tentunya akan menjadi perhelatan yang bergengsi karena melibatkan pemain top tenis dunia.
Namun untuk saat ini, rencana besar ambisi Arab Saudi tersebut hanya mencakup Final WTA (Women's Tennis Association) dan turnamen campuran tingkat atas serupa dengan yang sedang berlangsung di Indian Wells.
Kedua pertandingan tersebut termasuk dalam investasi senilai US$1 miliar dalam olahraga tenis seperti yang disampaikan oleh Andrea Gaudenzi, ketua ATP Tour, akhir pekan lalu.
Investasi tersebut juga mencakup sponsor tambahan. Public Investment Fund (PIF) atau yang dikenal sebagai Dana Investasi Publik Arab Saudi telah memberikan US$100 juta (Rp1,5 triliun) untuk mensponsori beberapa turnamen.
Sebagian dari uang tersebut juga dapat digunakan untuk mendanai tur yang dihidupkan kembali bagi pemain senior, meningkatkan hadiah uang untuk pemain saat ini.
Juga untuk memberikan dukungan untuk turnamen-turnamen kecil yang memberikan peluang bagi pemain yang sedang berkembang untuk bersaing, dan bagi pemain yang lebih mapan untuk mendapatkan biaya penampilan.
Secara keseluruhan, investasi ini dapat segera meningkatkan total pendapatan dan investasi dalam tenis profesional – yang berkisar antara $2,5 miliar (sekitar Rp39 triliun) hingga $3 miliar (Rp46,8 triliun) – sekitar sepertiganya.
Meski begitu, ambisi Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah final WTA tidak mendapatkan tanggapan yang mulus dari insan tenis dunia. Mantan ratu tenis wanita Martina Navratilova dan Chris Evert termasuk yang menolak keras ambisi Arab Saudi tersebut.
Martina menyoroti undang-undang negara tersebut yang represif terhadap perempuan dan kaum homoseksual. Martina dan Evert, dalam tulisannya di The Washington Post pada bulan Januari menyatakan bahwa membawa final WTA ke Arab Saudi dinilai sebuah langkah mundur bagi wanita dan olahraga wanita.
Baca Juga: Industri Esports Tawarkan Potensi Bisnis Menggiurkan bagi Profesional
Artikel Terkait
Reebok Instapump Fury Mendapat Perubahan Denim Sashiko
Palace dan Umbro Kembali Mencetak Kolaborasi
Converse, dari Magic dan Bird hingga Shai Gilgeous-Alexander