SportlinkNews - Liberty Global yang berbasis di Inggris mengakuisisi saham Formula E yang selama ini dikuasai Warner Bros Discovery.
Perusahaan telekomunikasi ini akan meningkatkan kepemilikan sahamnya di Formula E menjadi 65%. Dengan 35% sisanya terdiri dari pemegang saham minoritas.
Ini merupakan langkah kembalinya Liberty Global ke dunia balap Formula E yang 10 tahun lalu pernah dipegangnya.
Baca Juga: Liberty Media Umumkan Akuisisi MotoGP, Kuasai 86 Persen Saham Dorna
Akuisisi saham dari Warner Bros Discovery tersebut dijadwalkan selesai sebelum akhir tahun 2024, tergantung pada persetujuan peraturan.
Kesepakatan ini tidak bergantung pada kepemilikan Liberty Media atas Formula 1 dan rencana kendali masa depan atas Dorna Sports yang menyelenggarakan kejuaraan MotoGP dan World Superbike.
Pengumuman ini datang menjelang persiapan musim ke-11 Formula E dengan kalender 2024-25 yang dirilis pada hari Selasa, (11/6).
Jeff Dodds, CEO Formula E, telah menguraikan bahwa investasi tersebut akan difokuskan pada teknologi mobil, perluasan kalender balap, dan promosi seri tersebut.
“Area utama pertumbuhannya adalah teknologi mobil, lompatan antara generasi 3,5 ke generasi 4 sangatlah signifikan, yang hanya tinggal dua setengah tahun lagi, ini akan menjadi mobil balap yang luar biasa,” kata Dodds.
“Area kedua adalah tempat kami berlomba, tempat kami mengadakan pertunjukan dan cara kami menarik penonton baru."
Baca Juga: Liberty Media Siapkan Enam Langkah Mempercepat Pertumbuhan MotoGP
"Minggu ini kami mengumumkan kalender [2024-25] kami dan itu adalah kalender terbesar kami," ungkap Dodds.
Hal ketiga adalah tentang gaung balap Formula E. Hingga saat ini Formula E telah memiliki basis penggemar dari seluruh dunia.
Artikel Terkait
Adidas Gandeng Desainer Eropa Untuk Membuat Alas Bola Pertandingan Euro 2024
Euro 2024: Skuat Prancis Terserang Virus, Kylian Mbappe Absen Latihan
Euro 2024: Italia Menguji Formasi 4-2-3-1 Melawan Albania
Real Madrid Kehilangan Kapten, Nacho Fernandez Dipinang Al-Ittihad Rp325 Miliar