Keputusan untuk berinvestasi di Swansea juga menandai kemungkinan Modrić mulai mempersiapkan karier pasca-pensiun, mengingat kontraknya bersama Real Madrid akan berakhir musim panas mendatang.
Baca Juga: Diputus Vodafone, Emma Raducanu Kehilangan Rp 66,8 Miliar
Swansea bukanlah klub yang asing bagi Modrić. Ia pernah menghadapi tim ini saat membela Tottenham Hotspur pada musim 2011-2012 di Liga Inggris.
Setelah itu, karier Modrić terus melesat dengan berbagai pencapaian bersama Real Madrid, termasuk enam trofi Liga Champions, empat gelar La Liga, dan dua Copa del Rey.
CEO Swansea, Tom Gorridge, menyambut positif kehadiran Modrić di jajaran kepemilikan klub.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-29 Liga 1 2024/2025, Derbi Suramadu Tersaji di Gelora Bung Tomo
Ia menyebut bahwa pengalaman Modrić sebagai kapten tim nasional Kroasia dan mantan kapten Real Madrid dapat menjadi panutan penting bagi seluruh pemain.
“Tak ada figur yang lebih tepat untuk menjadi inspirasi bagi para pemain kami, baik dari akademi maupun tim utama,” kata Gorridge.
“Dukungan dan kepercayaannya terhadap ambisi kami menjadi elemen kunci dalam perjalanan kami memperbaiki performa di dalam dan luar lapangan.”
Baca Juga: Klasemen Pembalap MotoGP Usai GP Qatar: Marc Marquez Memimpin, Honda dan Yamaha Mulai Bangkit
Saat ini, Swansea menempati posisi ke-12 klasemen EFL Championship dan terpaut sembilan poin dari zona play-off dengan empat pertandingan tersisa.
Klub terakhir kali tampil di Premier League pada 2018 dan telah berada di kasta kedua sejak saat itu.
Secara finansial, klub juga tengah berupaya menekan kerugian.
Baca Juga: Jatuh di GP Qatar Delapan Tulang Rusuk Jorge Martin Patah, Mampukah Dia Bertahan Hingga Akhir Musim?
Dalam laporan tahunannya, Swansea mencatat kerugian pra-pajak sebesar £15,2 juta—turun dari £17,9 juta di tahun sebelumnya.