bisnis

Terungkap Alasan Restoran Pep Guardiola Tutup, Bukan Sepi Pengunjung

Kamis, 18 Desember 2025 | 10:32 WIB
Pep Guardiola dan koki ternama Paco Perez membuka restoran ini tujuh tahun lalu.

SportlinkNews - Restoran Pep Guardiola tutup — menjadi korban serangan pajak brutal dari Menteri Keuangan Partai Buruh, Rachel Reeves.

Tast Catala- restoran milik Guardiola- terletak di jalanan mewah Manchester. Restoran ini sering digunakan oleh Guardiola untuk menjamu pemain baru Manchester  City dan dewan eksekutif klub.

Bintang dan manajer Premier League seperti Mikel Arteta dan Kevin De Bruyne mengunjungi restoran ini untuk menikmati hidangan termasuk nasi tinta cumi seharga £43 atau sekitar Rp 827 ribu.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Berencana Ambil Alih Barcelona, Tawarannya Menggiurkan

Pep Guardiola dan koki ternama Paco Perez membuka restoran ini tujuh tahun lalu untuk membawa cita rasa Catalonia, tanah kelahiran mereka, ke kota ini.

Namun, sebuah pernyataan di situs webnya pada hari Selasa (16/12) mengungkapkan bahwa Tast akan tutup pada hari Sabtu ini, dengan alasan menghadapi kondisi perdagangan yang sangat menantang dan peningkatan biaya.

Menteri Keuangan Partai Buruh, Ms. Reeves, dikecam karena membiarkan restoran dan pub menanggung biaya dalam perubahan tarif bisnis.

UKHospitality mengatakan tempat-tempat usaha akan membayar tambahan rata-rata 76 persen — yang menimbulkan kekhawatiran bahwa ratusan tempat usaha lainnya akan tutup.

Baca Juga: Vlahovic Menghilang 3 Bulan, Barcelona dan Munchen Tetap Tertarik

Ini adalah contoh lain bagaimana tekanan biaya memaksa tempat-tempat usaha untuk mengambil keputusan sulit untuk tutup selamanya.

"Biaya tenaga kerja dan operasional yang melonjak, tagihan energi yang meningkat, masalah pasokan, dan pengeluaran konsumen yang lebih rendah juga menghantam sektor ini," kata Allen Simpson dari UKHospitality.

Lebih lanjut Allen Simpson dari UKHospitality mengatakan Ini adalah contoh lain bagaimana tekanan biaya memaksa tempat-tempat usaha untuk mengambil keputusan sulit untuk tutup selamanya.

Baca Juga: SEA Games 2025: Lima Petinju Indonesia ke Final, Maikhel Muskita Tantang Peraih Perunggu Olimpiade

“Anggaran berturut-turut telah secara dramatis meningkatkan biaya tenaga kerja dan akan segera membuat tarif bisnis melonjak. Sayangnya, ini hanya akan mempercepat penutupan bisnis dan kehilangan pekerjaan,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB