Mantan pemilik bersama sekaligus mitra bisnisnya, David Gold, meninggal dunia pada Januari 2023, dan keluarganya tetap memegang saham sebesar 25,1 persen di West Ham.
Putrinya, Vanessa, mengambil alih kendali atas saham milik keluarga Gold tersebut dan mengungkapkan dalam sebuah pernyataan beberapa hari lalu bahwa ia berniat menjual saham itu kepada konsorsium milik Staveley.
Gold berkata: "Saya kini telah mencapai kesepakatan untuk menjual kepemilikan saham keluarga saya kepada konsorsium PCP Capital Partners, yang dipimpin oleh Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi, dalam kemitraan dengan Ashland Forest Capital Partners.
Baca Juga: Jalani Training Camp, Persik Kediri Siapkan Pemain Mudanya untuk Hadapi Super League 2026/27
"Meskipun prosesnya belum rampung, saya ingin bersikap terbuka kepada para penggemar mengenai situasi terkini dan niat saya."
Namun, harapan Staveley—yang terlibat dalam pengambilalihan Newcastle pada tahun 2021 dan tetap menjadi pemegang saham hingga 2024—bisa saja pupus.
Hal itu dikarenakan Kretinsky bergerak untuk mencoba menghalangi upayanya membeli saham milik keluarga Gold.
Pengusaha asal Ceko tersebut—yang memiliki Royal Mail—sebenarnya sudah siap mengambil alih kendali klub saat Sullivan mengundurkan diri pada bulan Juni.
Baca Juga: Pakar Sepak Bola Indonesia: Kekalahan Indonesia dari Vietnam Hanyalah Performa Tim Lapis Kedua
Saat ini, Kretinsky berstatus sebagai pemilik minoritas; ia juga merupakan pemilik mayoritas sekaligus presiden klub Sparta Prague.
Tapi, ia sepakat untuk membeli 16 persen saham West Ham dari keluarga Gold sehingga kepemilikannya naik menjadi 43 persen—dengan ketentuan bahwa pemegang saham yang ada saat ini memiliki hak prioritas (hak pre-emption) untuk membeli saham tersebut sebelum ditawarkan kepada pihak luar.
Namun, karena Staveley menjajaki opsi untuk membeli seluruh saham milik Gold maupun Sullivan, langkah itu akan menjadikannya sebagai pemilik mayoritas.
Sebagai tanggapan, Kretinsky menjual dua persen saham klub kepada sesama warga Ceko, Jakub Havrlant.
Baca Juga: Mengupas Penampilan Manchester City di Bawah Pimpinan Enzo Maresca (1)
Langkah itu memungkinkannya membeli 25,1 persen saham milik keluarga Gold dan tetap berada di angka kepemilikan 50 persen—jumlah yang cukup untuk memastikan Staveley tidak bisa melampaui tingkat kepemilikannya tanpa menjadi pemegang saham mayoritas.