SportlinkNews - Manchester United baru-baru ini merilis laporan keuangan kuartal keempat dan satu tahun penuh untuk tahun fiskal 2024, menunjukkan kombinasi antara kemajuan pendapatan dan tantangan keuangan.
Klub ini mengumumkan kerugian bersih sebesar £113,2 juta meskipun mencatatkan pendapatan rekor sebesar £661,8 juta.
Ini menandakan komitmen mereka untuk mempertahankan keberlanjutan jangka panjang meski di tengah kondisi keuangan yang menantang.
Baca Juga: Pereli Wanita Diva Zahra Siap Tampil All Out di Laga Pamungkas Kejurnas Sprint Rally 2024
Peningkatan pendapatan yang signifikan ini sebagian besar dipicu oleh pendapatan penyiaran dan hari pertandingan yang lebih tinggi selama partisipasi mereka di Liga Champions musim lalu, kompetisi yang tidak akan mereka ikuti musim ini.
Meski demikian, Manchester United terus menjadi salah satu klub terkemuka di Eropa, menunjukkan statusnya sebagai kekuatan besar dalam sepak bola internasional.
Sebagai bagian dari strategi untuk memastikan keberlanjutan finansial, Manchester United telah menjalankan berbagai inisiatif untuk merampingkan operasinya.
Baca Juga: Kontingen Barongsai Kalimantan Utara Jalin Silaturahmi ke PB FOBI
Salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja sebanyak 250 posisi di beberapa departemen hingga akhir Agustus 2024.
Klub juga telah mempekerjakan eksekutif berpengalaman, termasuk Omar Berrada, yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer.
Berrada menekankan pentingnya menciptakan efisiensi operasional guna memastikan sumber daya klub dapat difokuskan untuk meningkatkan kinerja di lapangan.
Baca Juga: PON XXI 2024 Aceh-Sumut: Akhir Pekan Mendebarkan untuk Jakarta dan Jabar
"Kami semua sangat fokus untuk bekerja secara kolektif demi masa depan cerah, dengan kesuksesan sepak bola sebagai pusatnya," ujar Berrada.
Namun, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa biaya operasional klub meningkat 12,8% dari tahun sebelumnya, menjadi total £768,5 juta.