SportlinkNews - Monster Energy Yamaha MotoGP Team mengumumkan kelanjutan kemitraan teknis mereka dengan Roboze untuk durasi lima tahun hingga 2029.
Roboze dikenal sebagai pemimpin global dalam manufaktur canggih dengan polimer super dan komposit. Kolaborasinya dengan Yamaha membuahkan hasil yang menginovasi balap motor Grand Prix modern.
Hubungan kerja yang erat antara Monster Energy Yamaha MotoGP dan Roboze didasarkan pada hasrat mereka yang sama terhadap teknologi canggih.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Semen Padang Tundukkan Persita, Kiper Arthur Augusto Tampil Gemilang
Awal kolaborasi ini bermula pada kontrak kerja tiga tahun untuk musim 2023-2025. Aliansi ini kemudian menghasilkan banyak keuntungan yang kemudian menjadikan Roboze menjadi sponsor resmi Yamaha MotoGP pada 2024.
Selama dua musim terakhir, kedua otoritas di industri masing-masing terus menghadirkan inovasi pada kompetisi MotoGP.
Dengan memanfaatkan teknologi manufaktur canggih Roboze, Yamaha telah mencapai peningkatan dalam waktu pengembangan dan produksi untuk komponen-komponen penting, yang merampingkan rantai pasokan.
Baca Juga: Kalahkan Persebaya Jadi Modal Kuat Persis Solo Hadapi Persik Kediri di Pekan ke-23 Liga 1 2024/2025
Penghematan waktu ini tidak hanya memastikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi permintaan balapan, tetapi juga berkontribusi pada komponen yang lebih ringan dan pengurangan biaya yang substansial.
Kemitraan baru Roboze dan Monster Energy Yamaha MotoGP ini membawa kedua perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi teknologi.
Terutama pada kelas utama olahraga bermotor roda dua yang selalu kompetitif, dan bersama-sama mereka siap menghadapi tantangan apa pun secara langsung.
Baca Juga: Jelang Duel Lawan PSBS Biak, Persebaya Bertekad Akhiri Tren Negatif
Michele Gadda, Manajer Teknik, Yamaha Motor Racing mengatakan Roboze adalah mitra teknologi yang luar biasa bagi Yamaha.
"Kemampuan mereka untuk menyediakan solusi yang disesuaikan dengan material canggih dan teknologi aditif yang unik telah berdampak langsung pada kinerja di lintasan dan proses produksi internal kami."