Fatty Liver, Penyakit Orang Tua yang Kini Mengincar Usia Produktif

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 8 Mei 2025 | 21:36 WIB
Ilustrasi penyakit Fatty Liver, penyakit orang tua yang kini mengincar anak muda.
Ilustrasi penyakit Fatty Liver, penyakit orang tua yang kini mengincar anak muda.

Lalu apa hubungannya dengan anak muda? sangat erat jawabannya, terutama karena gaya hidup modern terkadang yang kurang sehat.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjembatani keduanya:

1. Pola Makan Tak Seimbang

Banyak anak muda kini terbiasa dengan makanan cepat saji tinggi lemak jenuh, meminum minuman manis dan boba berfruktosa tinggi, serta menjamurnya banyak camilan olahan instan. 

Kebiasaan ini bisa memicu peningkatan berat badan dan resistensi insulin, dua faktor kunci penyebab fatty liver.

Baca Juga: Masih Belum Puas Prestasi Chico, PBSI akan Buat Road Map Kejuaraan Baru

2. Minim Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari (banyak duduk, minim gerak) akibat dari pekerjaan kantor atau kuliah yang dominan membuat kita terlalu lama di depan layar. 

Lalu hiburan pasif dengan terlalu banyak scrolling media sosial, gaming, binge-watching.

Hal-hal tersebut bisa menurunkan pembakaran kalori dan memperbesar risiko akumulasi lemak di organ dalam seperti hati.

3. Stres dan Pola Tidur Buruk

Stres kronis dan kurang tidur bisa mengacaukan metabolisme tubuh dan hormon, memicu keinginan makan berlebihan dan memperburuk kondisi hati.

Baca Juga: Legenda Hidup WRC Carlos Sainz Sr Ramaikan Pilpres FIA, Begini Sepak Terjangnya

4. Penggunaan Alkohol dan Obat-obatan

Beberapa anak muda juga mulai mengonsumsi alkohol secara rutin tanpa menyadari bahwa alkohol adalah pemicu utama perlemakan hati, bahkan dalam jumlah sedang. 

Obat tertentu yang digunakan tanpa pengawasan juga bisa merusak fungsi hati.

untuk melidungi hari, kuncinya ada di dapur nyatanya. Pola makan sehat ala Diet Mediterania banyak disarankan oleh para ahli untuk penderita fatty liver ini.

Diet ini berfokus pada buah-buahan, sayuran segar, biji-bijian utuh (beras merah, oatmeal), protein tanpa lemak seperti ikan, tahu, kacang-kacangan, lemah sehat dari minyak zaitun, alpukat, dan atau kacang.

Baca Juga: Taufik Hidayat: Promosi Degradasi Atlet Pelatnas PBSI Belum Saat ini

Sebaliknya, penderita fatty liver tidak boleh memakan makanan olahan, daging merah, minuman manis dan tentu saja alkohol.

Tak cuma soal makan, olahraga juga memegang peran penting untuk kesehatan hati. Riset menunjukkan bahwa olahraga aerobik intensitas sedang selama 150–240 menit per minggu dapat membantu mengurangi lemak di hati.

Namun, bukan hanya itu, ada beberapa jenis olahraga yang juga direkomendasikan untuk dilakukan.

1. Jalan cepat atau jogging: 30–60 menit, 3–5 kali seminggu

2. Bersepeda santai: 30–60 menit

3. Berenang

4. Olahraga tim: basket, futsal, voli

5. Menari (Yes, cardio seru yang bisa jadi mood booster juga)

Tapi lebih penting lagi adalah konstensi untuk melakukan hal-hal tersebut semua. Lakukan secara teratur agar hasilnya bisa lebih baik.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Mayo Clinic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X