SportlinkNews - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi menunjuk Indra Wijaya sebagai Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama, menggantikan Mulyo Handoyo yang mengundurkan diri di posisi tersebut karena alasan kesehatan.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan pengalaman dan rekam jejak Indra dalam menangani sektor tunggal putra di tingkat internasional.
Mulyo Handoyo pun kini hanya berkonsentrasi dengan tugasnya sebagai Kepala Pelatih Pelatnas PBSI. Hal tersebut diumumkan PBSI melalui rilisnya, Selasa, 8 April 2025.
Baca Juga: PSS Sleman Berlatih di Stadion Maguwoharjo, Bersiap Hadapi PSBS Biak di Pekan ke-28 Liga 1 2024/2025
Indra Wijaya bukanlah nama asing dalam dunia bulutangkis. Sebagai mantan pemain nasional Indonesia, Indra pernah menjadi bagian dari tim yang menjuarai Piala Thomas 1998.
Setelah pensiun sebagai pemain, ia melanjutkan karier kepelatihannya di beberapa negara. Indra pernah melatih di Korea Selatan selama dua tahun, kemudian bergabung dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) pada 2015 sebagai asisten pelatih tunggal putra.
Pada 2020, ia dipercaya menangani sektor tunggal putri Malaysia, sebelum akhirnya menjadi pelatih pribadi Lee Zii Jia pada awal 2022 dan kemudian bergabung dengan PBSI.
Baca Juga: Sapu Bersih 31 Suara! Ratu Voli Korea Raih MVP Kalahkan Megawati
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa penunjukan Indra didasarkan pada pengalamannya yang luas dan kemampuannya dalam membina atlet tunggal putra.
"Kami membutuhkan sosok yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga mampu turun langsung ke lapangan dan memahami kebutuhan atlet," ujar Eng Hian.
Harapannya dengan ditariknya Indra sebagai pelatih utama, prestasi sektor ini bisa kembali meningkat lagi.
Baca Juga: Red Sparks Bertekuk Lutut, Pink Spiders Juara Liga Voli Korea 2024-2025
"Kita berharap kedepannya lebih baik lagi dengan melihat kualitas pelatih yang ada dan tentunya harus lebih maksimal di dalam mempersiapkan program latihan sesuai dengan kebutuhan atlet," tambah Eng Hian.
Selain penunjukan Indra, PBSI juga melakukan rotasi di staf kepelatihan sektor tunggal putra dan putri pratama.
Wiempie Mahardi kini menjabat sebagai Kepala Pelatih Tunggal Putra Pratama, sementara Herli Djaenudin dipercaya sebagai Kepala Pelatih Tunggal Putri Pratama.
Baca Juga: Prediksi Bayern Munich Vs Inter: Angkernya Allianz Arena
Herli nantinya akan dibantu oleh asisten pelatih baru, yakni mantan rekan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di era 2000-an, yakni Ihsan Maulana Mustafa.
Eng Hian menjelaskan alasan penunjukkan Ihsan adalah karena latar belakang Ihsan sebagai mantan pemain tunggal putra nasional dan sudah mempunyai pengalaman menjadi pelatih.
Artikel Terkait
Kunjungi Pelatnas PBSI, Wamenpora: Jangan Cepat Puas, Masih Banyak Kejuaraan Lain yang Harus Dilalui
Biomekanika yang Diterapkan Saat Bermain Bulu Tangkis
PBSI Evaluasi Atlet Pelatnas: Performa Belum Maksimal, Sistem Promosi-Degradasi Diperketat
Skuat Indonesia di Piala Sudirman 2025 Diumumkan 2 April, PBSI Pertimbangkan Pemain Non-Pelatnas
PBSI Kaji Mekanisme Pemain Profesional: Jalan Karier di Luar Pelatnas Semakin Terbuka?