SportlinkNews - Situasi geopolitik di Timur Tengah merubah jadwal balap Formula 1. Sejatinya, kawasan Timur Tengah akan menggelar empat putaran, namun situasi perang telah merubahnya.
Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi kemudian dibatalkan, menciptakan jeda lima minggu di bulan April. Sementara balap di Qatar dan Abu Dhabi masih tetap sesuai jadwal yang menjadi balap penutup.
F1 telah mencari alternatif, dan putaran Singapura memberikan kesempatan sempurna untuk mengadakan balapan di Malaysia, dengan Sepang hanya berjarak 300 km.
Baca Juga: Pemerintah Italia Kritik Langkah FIGC Dekati Pep Guardiola Secara Terbuka
Alhasil, disepakati, Sepang akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain dari 2-4 Oktober. Ini untuk pertama kalinya Formula 1 kembali ke Malaysia sejak 2017.
Dengan begitu akan ada tiga balapan beruntun dari Baku hingga Singapura mulai akhir September hingga pertengahan Oktober. Grand Prix Azerbaijan akan berlangsung pada hari Sabtu, yang membuat logistik jauh lebih mudah.
“Kami dengan senang hati mengkonfirmasi bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain pada tahun 2026,” kata Presiden dan CEO F1 Stefano Domenicali.
Baca Juga: Bradley Barcola di Persimpangan, Pilih Arsenal atau Liverpool?
“Sekali lagi, olahraga ini telah menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi, menemukan solusi, dan mewujudkannya, menciptakan momen yang menarik bagi semua orang yang mengikuti Formula 1."
“Ini adalah berita fantastis bagi para penggemar kami. Mereka akan terus menikmati kalender Formula 1 yang lengkap dan menarik, sekaligus menyaksikan olahraga ini kembali ke tempat yang hebat," lanjutnya.
"Sepang memiliki tempat khusus dalam sejarah Formula 1. Ini akan memberikan latar yang spektakuler untuk balapan dan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar di sirkuit dan yang menonton di seluruh dunia," ungkap Stefano Domenicali.
Baca Juga: Analisa Troy Deeney: Arsenal Diprediksi Bakal Jadi Juara Liga Primer 2026/27
Sirkuit Sepang menjadi tuan rumah F1 setiap tahun dari 1999 hingga 2017. Namun penurunan penjualan tiket dan rating TV membuat Sepang kewalahan.
Ditambah dengan perasaan "ditipu" oleh kesepakatannya dengan Formula One Management milik Bernie Ecclestone, menyebabkan Sepang mengakhiri kontraknya lebih awal, dan membatalkan balapan tahun 2018.