Sepatu baru tersebut tampil dengan sol rendah dan pola grip kontras yang menjalar hingga ke sisi sepatu, menciptakan tampilan futuristik.
Baca Juga: Jelang Final Liga Champions: Rekam Jejak PSG Menuju Munich (Bagian 2)
Bagian atas sepatu dihiasi desain payet glamor yang kontras dengan tiga garis khas Adidas yang dibuat dari suede warna toffee yang lembut.
Kampanye ini menggambarkan pergeseran suasana setelah musim kompetisi berakhir.
Raphinha tampil dalam nuansa berbeda, jauh dari hiruk-pikuk stadion, membantu menyampaikan narasi visual tentang pertemuan dua dunia, kehidupan kota dan ketenangan pantai, melalui pendekatan fesyen yang artistik dan ekspresif.
Baca Juga: Jelang Final Liga Champions: Rekam Jejak Inter Milan Menuju Munich (Bagian 1)
Adidas dan Wales Bonner sekali lagi berhasil menghadirkan koleksi yang tak hanya stylish, tetapi juga penuh makna dan karakter.
Koleksi ini cocok bagi mereka yang ingin mengekspresikan gaya personal dengan sentuhan olahraga klasik dan pengaruh budaya yang beragam.