Warna hitam dipilih sebagai dasar, lalu dilengkapi dengan garis perak pada kerah, lengan, dan kaus kaki.
Baca Juga: 4 Klub Raksasa Arab Mendadak Dijual, Termasuk Al Nassr yang Diperkuat Ronaldo
Aksen biru kerajaan tetap dihadirkan sebagai pengikat identitas Stamford Bridge.
Perpaduan ini sekaligus menghadirkan memori era John Terry dan Frank Lampard yang pernah merayakan kemenangan dengan seragam hitam–perak tersebut, salah satunya dalam laga panas kontra Blackburn yang dikenal sebagai “Battle of Blackburn”.
Selain itu, unsur Total 90 milik Nike memberikan nilai tambah.
Baca Juga: Tidak Akan Beli dari Luar, Kem Magai Bakal Jaring Atlet Asli Papua
Pada masanya, seri ini identik dengan era sepak bola yang penuh gaya dan keberanian.
Dengan sentuhan itu, jersey ketiga Chelsea kini tampil berani, penuh energi, serta mencerminkan semangat generasi baru The Blues.
Peluncuran jersey ini juga melengkapi konsep “Total London trilogy” yang diusung Nike untuk Chelsea musim ini.
Baca Juga: Pelacak Uang Hadiah Tenis: Pemain Mana yang Meraih Uang Hadiah Terbanyak di Tahun 2025?
Seragam kandang mengambil inspirasi dari arsitektur kota London, seragam tandang bernuansa seni, sementara jersey ketiga ini menampilkan atmosfer khas London Barat di malam hari.
Dengan deretan pemain anyar yang direkrut pada musim panas ini, jersey ketiga tersebut dianggap sebagai simbol transisi sekaligus pewarisan tradisi.
Chelsea berupaya memperlihatkan bahwa warisan masa lalu dan semangat baru dapat berpadu dalam satu desain yang elegan dan sarat makna.
Baca Juga: Mural Eberechi Eze Berkostum Arsenal Dihancurkan Vandal, Seniman Jalanan Kesal
Inilah pertemuan antara sejarah dan masa depan, sebuah identitas yang dirancang untuk bertahan di hati para penggemarnya.